Site icon Berita Kota Makassar

Proyek Lampu Lorong Dinas PU Telan Rp27 M

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Lampu Jalan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, kembali melakukan pengadaan lampu lorong di 2019 ini. Pengadaan tersebut menelan anggaran sekira Rp27 miliar, tidak jauh beda dari anggaran pada tahun sebelumnya.
Hal tersebut diakui Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Lampu Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Jusri kepada BKM, Minggu (6/1).
Jusri mengatakan, pengadaan lampu lorong ini merupakan bagian dari Program Pemerintah Kota Makassar, yaitu Singara’na Lorong’ta. Anggaran dikucurkan tahun 2019 tidak jauh beda dengan anggaran tahun 2018 sebesar Rp27 miliar.
“Sekitaran Rp27 miliar, dan memang segitu anggarannya setiap tahun, tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Kendati demikian, Jusri mengakui, terkait tempat atau titik yang akan dilakukan pemasangan lampu lorong tersebut dirinya tidak mengetahui secara detail. Namun setiap kecamatan memiliki jatah untuk lampu lorong di pasang di masing-masing wilayahnya.
“Pihak kecamatan yang tahu kelurahan apa, RT/RW berapa yang akan dipasangkan lampu lorong. Masing-masing kecamatan harus melaporkan titik di mana akan dipasangkan lampu lorong,” ungkapnya.
Sebelumnya, Jusri menjelaskan, jika pada tahun 2018 disiapkan anggaran Rp27 miliar untuk menerangi lorong di 143 kelurahan. Lampu Singara’na Lorong’ta sendiri dipasang sebanyak dua lorong di tiap kelurahan yang akan dipasangkan lampu.
Lampu utama jenis LED 10 dan lampu aksesoris jenis aklirid. Panjangnya sekitar 3,5 meter. Lampunya juga berfungsi sebagai pot gantung. Pencahayaannya hingga 10 watt.
“Dari 143 Kelurahan Se-Kota Makassar, ada dua lorong setiap kelurahan,” imbuhnya.
Seperti namanya, lampu lorong ini diharapkan dapat menerangi lorong-lorong di Kota Makassar. Serta menghindari kasus kejahatan.
“Tahun ini akan segera dilelang. Kita harapkan bisa secepatnya,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, jika lorong perlu mendapat perhatian untuk menghindari permasalahan sosial. Menurutnya ada berbagai hal yang bisa dimanfaatkan warga.
“Lorong ini harus diperbaiki dan di tata karena lorong selama ini tampak terlihat kumuh,” katanya singkat.
Program Singarana Lorongta sendiri telah mulai dicanangkan 2016 lalu. Danny sapaan karibnya menargetkan 10 ribu titik lampu Singarana Lorongta yang akan dipasang di 14 kecamatan se-Kota Makassar.(nug/war/c)

Exit mobile version