GUBERNUR Sulsel Prof Nurdin Abdullah ngunduh mantu. Putera bungsunya M Fathul Fauzi Nurdin atau akrab disapa Uji, akan melepas masa lajang dengan menikahi pujaan hatinya,
Gunya Paramasukhaputri alias Gunya.
Akad dan resepsi pernikahan sejoli ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, 12 Januari mendatang. Kendati begitu, sejumlah rangkaian prosesi adat tetap dilakukan di Makassar, tepatnya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.
Nuansa pernikahan mulai terasa sejak memasuki rujab gubernur. Sebuah tenda putih eksklusif yang cukup besar dan bisa menampung seribuan orang berdiri di lapangan upacara.
Walasuji juga menghiasi halaman. Dekorasi indah sebagai simbol ada hajatan di sebuah rumah, menghiasi ruang utama rujab yang kerap digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu.
Sejumlah prosesi adat sudah dilakukan oleh calon pengantin yang selalu didampingi oleh sang bunda Liestiaty Fachruddin.
Pada Senin (7/1) dilakukan proses ma’gentung, yang memiliki makna sebagai pembuka setiap pelaksanaan acara adat untuk pernikahan bagi bangsawan Bantaeng.
Keesokan harinya, Selasa (8/1), calon pengantin, keluarga dan beberapa kerabat melakukan gladi untuk persiapan acara mappaci atau korontigi yang rencananya dilaksanakan hari ini, Rabu (9/1).
Acara tersebut akan dilaksanakan sekitar pukul 19.00 Wita. Namun sebelumnya akan dilakukan prosesi adat siraman (mappasili) dan khatam Quran.
Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo didaulat sebagai ketua panitia pesra pernikahan Uji-Gunya.
Saat gladi acara mappaci, tampak lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel itu ikut sibuk-sibuk.
Pada acara mappaci itu, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengundang hampir seluruh tokoh masyarakat, Forkopimda, pejabat, kepala OPD, bupati/wali kota se-Sulsel.
Agar acara mappaci berjalan lancar, tanpa ada gangguan, ratusan Satpol PP disiagakan di lokasi acara. Selain itu, rencananya akan dilakukan penutupan jalan selama kegiatan tersebut berlangsung.
Rencana itu tertuang dalam selebaran surat yang ditandatangani Kepala Biro Humas dan Protokol Devy Khadaffi.
Isi surat pemberitahuan itu; “Sehubungan dengan adanya kegiatan di area Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada 9 Januari 2018, maka akan ada penutupan ruas jalan di sekitar area kegiatan dari pukul 17.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Olehnya itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan arus lalulintas selama kegiatan berlangsung. Demikian permohonan maaf ini kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya diucapkan terima kasih”.
Kepala Biro Humas dan Protokol Devy Khadaffi yang dikonfirmasi, membenarkan perihal surat pemberitahuan tersebut.
“Kita berusaha meminimalkan kemungkinan terjadinya kemacetan di sekitar rujab gubernur karena undangan cukup banyak. Kita ingin semuanya cukup nyaman, baik dari para pengguna jalan, tamu undangan, dan tuan rumah,” kata pejabat yang akrab disapa Devo itu.
Dia menyebut, jalan yang akan ditutup adalah perempatan Jalan Sudirman-Sungai Saddang hingga depan IMMIM.
Menurut rencana, ruas jalan yang ditutup itu akan dijadikan tempat parkir kendaraan bagi tamu VIP dan VVIP.
Sementara sisi jalan lain seperti Sungai Tangka, Sungai Saddang, dan Gunung Klabat akan dibuka tutup mengikuti situasi arus kendaraan. (rhm/rus)
Ada Penutupan Sejumlah Ruas Jalan
