MAKASSAR, BKM–Warga Kota Makasaar akhir akhir ini mengeluhkan banyaknya gedung serbaguna yang tidak memiliki lahan parkir. Dampaknya, sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah juga sempat mengkritisi banyaknya gedung serbaguna di Kota Makassar yang tidak memiliki lahan parkir, sehingga pengunjung terpaksa memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan menjadi biang kemacetan.
Bahkan mantan Bupati Bantaeng itu menganggap hal tersebut merupakan tindakan ilegal dan harus mendapatkan penanganan, Nurdin juga mengaku sudah mengkomunikasikan ke Wali Kota Makassar untuk ditindak lanjuti.
Menyikapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Iqbal Asnan mengatakan, semua persoalan yang menganggu arus lintas seperti kemacetan akan ditanganinya. Bahkan kata Iqbal bukan cuma di gedung serbaguna melainkan di seluruh lokasi yang dianggap rentan dengan kemacetan.
Salah satu upaya yang dilakukan pihak Dishub dalam mengurai kemacetan yakni dengan menurunkan personil di sejumlah titik-titik yang berpotensi kemacetan.
“Intinya dalam minggu ini kami upayakan menempatkan personil di semua titik yang berpotensi macet,” kata Iqbal.
Selain itu, pihak dishub juga tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti PD Parkir, sebab kemacetan di sejumlah gedung serbaguna juga diduga diakibatkan kegiatan parkir ilegal.
Dihubungi terpisah, Direktur Umum (Dirum) PD Parkir Makassar Raya, Niko Beni menegaskan, jika gedung serbaguna sudah masuk dalam target untuk dilakukan penindakan.
“Selain depan toko toko, PD Parkir juga akan menertibkan parkir di gedung serbaguna. Hanya saja, penertibannya dilakukan secara bertahap,” ucap Niko Beni.
Menurutnya, gedung serbaguna sifatnya insidentil, dan pemilik gedung pun tidak menyiapkan lahan parkir sehingga pada saat ada event berlangsung banyak kendaraan memarkir di bahu jalan.
“Acara disitu kan selalu insidentil, tidal setiap saat ada acara, bukan cuma macet tetapi tarif parkirnyanya pun berbeda, memang agak beda tarifnya karena itu sifatnya insidentil,” ungkapnya.
Olehnya itu, lanjut Niko, PD Parkir kerap menurunkan personilnya untuk melakukan penataan, pemantauan, serta melakukan pengawasan di setiap ada even di gedung yang sifatnya insidentil.
Ia juga berharap agar pengusaha gedung bisa menyediakan lahan parkir sesuai dengan kapasitas gedung yang dimiliki, hal itu juga untuk menghindari adanya parkir ilegal dan mengakibatkan kemacetan.
“Jadi kami memang punya tim yang selalu kita turunkan untuk menata itu, khusus untuk acara insidentil seperti di gedung Runtono, Bambuden, Immin dan lainnya,” ucapnya.(nug/war/c)
Warga Keluhkan Gedung Serbaguna tak Miliki Lahan Parkir
