PANGKEP, BKM– Dimasa masih aktif bekerja sebagai karyawan PT Semen Tonasa, H Syaharuddin dan H Arifin Atike, masing-masing pernah menduduki posisi penting di BUMN terbesar di Kawasan Timur Indonesia tersebut. Keduanya pernah menjabat sekretaris di perusahaan yang memproduksi semen ini. Kini kedua alumnus Fakultas Hukum Unhas itu, kembali bertemu dalam perhelatan Calon Legislatif (Caleg) untuk DPRD Pangkep di dapil 1 meliputi Kecamatan Pangkajene, Minasa Te’ne dan Balocci).
REPORTER: RUSDI
EDITOR: HAMZAH SAMAL
Persaingan keduanya di pileg tak terhindarkan. H. Syaharuddin maju melalui Partai Gerindra, sedangkan H Arifin Atike diusung oleh PPP. Secara politis, kedua tokoh ini berbeda latar belakang partai. H Arifin Atike saat ini menjabat Ketua DPC PPP Pangkep, sedangkan H. Syaharuddin berkiprah di partai Partai Gerindra. Basis keduanya pun terbilang solid di dapil 1. Di dapil ini, ada sekitar sembilan hingga sepuluh Ketua Parpol yang ikut bertarung. Bahkan sejumlah petahana dan mantan pejabat Pemkab Pangkep juga terdaftar menjadi caleg.
H. Syaharuddin dengan H. Arifin diprediksi bersaing berat di dua kecamatan yakni Pangkajene dan Minasa Te’ne. Rumpun keluarga keduanya berada pada dua kecamatan ini. Basis suara signifikan H. Syaharuddin diperkirakan terkosentrasi di pusat Kota Pangkajene, seperti di Kelurahan Jagong, Tekolabbua dan Tumampua. Sementara basis lumbung suara H Arifin tersebar di Kelurahan Sibatua, Bonto Perak, Kampung Sanrangan, Kelurahan Minasa Te’ne dan Desa Kabba.
Meski begitu Komisioner KPU Pangkep, Saharuddin Hafid yang dihubungi Minggu (13/1) menyatakan antara H Syaharuddin dengan H Arifin harus memahami jika dapil I yang ditempati sangat ketat persaingannya karena dihuni sejumlah Ketua Parpol, petahana, mantan pejabat Pemkab Pangkep dan caleg pendatang baru.
“Kedua tokoh dan caleg beda partai serta satu dapil ini, mesti memperhitungkan secara matang posisi pesaingnya dari berbagai latar belakang. Dapil I (Kecamatan Pangkajene, Minasa Te’ne dan Balocci) dan dapil II ( Kecamatan Bungoro, Labakkang dan Tondong Tallasa) merupakan dua dapil yang dihuni sejumlah pentolan petahana, Ketua Parpol, mantan pejabat, pengusaha dan caleg pendatang baru,” tandas Saharuddin Hafid. (udi/cha/b)
