INNALILLAHI wainna ilaihi rojiun. Keluarga besar Ilham Arief Siradjuddin (IAS) berduka. Mertua perempuannya Hamsinah Abdullah berpulang ke rahmatullah, Minggu (13/1).
Ibunda Aliyah Mustika Ilham itu mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Siloam Makassar pada pukul 09.00 Wita, di usia 83 tahun. Ilham yang tengah menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat tampak hadir di rumah duka, kemarin. Termasuk mengantarkan jenazah almarhumah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang.
Kepada BKM yang menemuinya di rumah duka, Ilham yang pernah menjabat sebagai wali kota Makassar selama dua periode, berbagi kenangan tentang almarhumah. Hamsinah begitu dekat dengan keluarga besarnya. Tak terkecuali dengan IAS sebagai menantu.
Bagi Ilham, ada kasih sayang yang begitu besar dari almarhumah kepada dirinya. Bahkan, ia punya kenangan yang tak pernah bisa dilupakan bersama sang mertua semasa hidupnya. Sampai-sampai rasa sayang Hamsinah terhadap Ilham terkadang membuat ipar-iparnya ‘cemburu’.
”Saya ini kan menantu terakhir. Kami sudah menikah selama 23 tahun. Begitu besar kasih sayang almarhumah untuk saya. Bahkan ipar-ipar saya kadang cemburu, kenapa lebih sayang sama mantunya daripada sama mereka,” kenang IAS sambil sedikit tersenyum.
Ada banyak alasan sehingga IAS begitu amat dekat dengan mertuanya. Salah satunya, karena mereka berdua memiliki tanggal lahir yang sama. Sehingga kerap saat hendak merayakan ulang tahun, Aliyah selaku istri Ilham dan anak dari Hamsinah harus menyiapkan acara untuk dua orang pada hari yang sama.
”Pokoknya setiap tanggal 16 September, Aliyah itu selalu sibuk. Harus bikin acara ultah saya dengan almarhumah. Saya beda 30 tahun sama beliau (Hamsinah),” tutur Ilham sambil menyebut tanggal kelahiran mereka berdua.
Karena kedekatan itu pula, terkadang ketika tiba hari ulang tahunnya, mertuanya enggan merayakannya tanpa kehadiran Ilham sebagai menantu.
Sebelum Hamsinah berpulang, Ilham mengaku terakhir kali bersua dengannya sekitar sebulang lalu. Ilham pun tak punya firasat apapun kalau mertuanya itu akan dipanggil menghadap Sang Khalik. Sebab, Hamsinah memang sidah beberapa kali keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Ternyata, itu pula salah satu alasan Ilham bermohon agar penahanannya dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Makassar. Ia ingin bisa dekat dengan mertuanya yang sedang sakit. Namun apa hendak dikata, belum lagi permohonan itu dipenuhi, Hamsinah telah kembali ke pangkuan Ilahi.
Almarhumah disemayamkan di rumah duka Jalan Sungai Saddang. Selepas Ashar, jenazahnya disalatkan di Masjid Terapung Amirul Mukiminin. Selanjutnya, pada sore harinya dimakamkan di TPU Sudiang. (nug/rus/b)
”Hari Lahir Kami Sama, Kadang Ipar Cemburu”
