Site icon Berita Kota Makassar

Belasan Begal Diringkus, Ada Tiga Wanita Bertato

MAAKASSAR, BKM — Senin dini hari (14/1) jarum jam menunjukkan pukul 01.30 Wita. Tim khusus Polda Sulsel dipimpin Panit Timsus Ipda Artenius MB didampingi Aiptu Iqbal Kosman, memback up tim Reskrim Polsek Tamalanrea dan Biringkanaya.
Mereka melakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap komplotan pelaku begal yang kerap beraksi di kedua wilayah tersebut.
Upaya tim gabungan tersebut berbuah hasil. Diperoleh informasi bahwa pelaku begal yang diburu tengah menginap di rumah tantenya di Jalan Sukaria.
Sebuah rumah dikepung di lokasi ini. Putra alias Pute yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berhasil dibekuk. Selanjutnya digiring ke posko Timsus Polda Sulsel.
Awalnya, Putra tak mengakui perbuatannya ketika diinterogasi. Polisi memintanya untuk berkata jujur. Akhirnya, Putra menyebut komplotannya yang terlibat dalam aksi kriminal pencurian disertai kekerasan (curas). Mereka kerap beraksi di wilayah Tamalanrea dan Biringkanaya.
Dari pengakuan Pute, komplotannya pun teridentifikasi. Tim gabungan kembali bergerak dan menggiringnya untuk pengembangan di wilayah Tamalanrea. Tepatnya di sebuah perumahan.
Hanya saja, orang yang dicari di lokasi yang biasanya dijadikan tempat komplotan begal ini berkumpul, tak ditemukan.
Meski begitu, tim gabungan kembali melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi jika komplotan pelaku tengah berada pada sebuah rumah di jalan poros Katimbang, Kelurahan Paccerakkang.
Di sebuah rumah didapati komplotan begal tengah tertidur pulas. Ada pula teman wanitanya dengan tato di lengannya.
Markas komplotan pelaku digerebek. Tujuh orang yang ada di dalamnya berhasil diringkus. Satu di antaranya wanita bertato. Di lokasi ini diamankan dua bilah parang, dan satu unit sepeda motor.
Dari lokasi ini, tim gabungan menggiring komplotan pelaku lainnya yang tengah berada di rumah orang tuanya. Tepatnya di kompleks Perumahan Gowa Ria.
Seorang pelaku bernama Wahyu alias Barumbung ada di rumah tersebut. Hanya saja, saat Barumbung hendak diamankan, ibunya berusaha menghalangi petugas. Ia duduk di depan pintu rumahnya, lalu memohon ke petugas kepolisian untuk tidak membawa anaknya.
Polisi mencoba memberikan pemahaman kepada ibunya, bahwa Wahyu hendak diperiksa atas laporannya telah melakukan begal. Barumbung menoleh ke samping dan melihat ibunya tersandar di tembok depan rumahnya. Dia pun menyadari perbuatannya.
Kepada polisi, Barumbung menyebutkan bahwa masih ada dua orang anggota komplotannya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Lagi-lagi pengembangan berlangsung.
Tim gabungan mendatangi rumah seorang pelaku dan berhasil mengamankan Aso. Dari tangannya diamankan satu unit motor YamahaVega yang digunakan saat beraksi.
Tak jauh dari rumah Aso, diamankan lelaki bernama Cidu. Disita satu unit motor Honda yang dipakai kalai beraksi.
Selanjutnya polisi beranjak menuju Jalan Perintis pukul 06.00 Wuta. Tepatnya di Jalan Bung.
Peristiwa dramastis terjadi di lokasi. Saat seorang pelaku bernama Kafli diamankan, ibunya berteriak histeris. Bahkan jatuh pingsan.
Kafli yang dibekuk pun tak bisa berkelit melihat komplotannya sudah berada di dalam mobil. Selanjutnya belasan pelaku begal itu dibawa ke posko Timsus Polda Sulsel guna menjalani pemeriksaan.
Panit Timsus Ipda Artenius mengungkapkan, belasan orang yang diamankan merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka bernama Putra.
”Tersangka Putra merupakan komplotan dari dua bersaudara, Accung dan Cidu. Mereka ini terlibat dalam tindak pidana pencurian dan kekerasan. Hasil curiannya berupa HP dan motor,” terang Ipda Artenius, kemarin.
Mereka yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Biringkanaya dan Tamalanrea. Bagi yang ada laporannya di kantor polisi, akan diproses. Sementara yang tidak terbukti akan dipulangkan.
Dari mereka yang ditangkap, menurut Ipda Artenius, tiga di antaranya wanita dengan rajah di lengannya. Polisi melakukan pemeriksaan terhadapnya, untuk memastikan apakah mereka terlibat atau tidak dalam kasus curas. (ish/rus)

Exit mobile version