Site icon Berita Kota Makassar

Kecewa Dana PKH Dipotong

JENEPONTO, BKM — Ratusan orang pengunjuk rasa terdiri dari mahasiswa dan emak-emak berteriak-teriak sambil membakar ban mobil di area halaman kantor bupati Jeneponto, Selasa (15/1).
Area ini biasanya menjadi tempat parkir mobil dinas bupati, wakil bupati, dan Sekkab Jeneponto. Pegawai banyak keluar kantor karena kuatir terjadi kebakaran. Pasalnya, pembakaran terjadi tepat di depan pintu utama kantor bupati Jeneponto atau di dalam area pagar kantor bupati Jeneponto,
Meski dikawal puluhan polisi dan Satpol PP, namun massa pendemo tidak menggubrisnya. Bahkan, mobil pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api dari ban yang terbakar, justeru dilempari batu.
Hal ini disampaikan staff bagian umum Sekretariat Pemkab Jeneponto yang mengaku bernama Haris Rahman. Dikatakan, sudah beberapa kali aksi demo di kantor Pemkab Jeneponto, namun tidak pernah ada yang seberanI atau seanarkis ini. Tidak ada yang diamankan aparat, karena dikuatirkan bisa menjadi preseden buruk ke depan.
”Soal aksi, saya melihat spanduk. Aksi ini sepertinya mengecam Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos). Tapi tidak disebutkan berapa yang dipotong dan siapa yang memotong,” kata Haris.
Di hadapan para pengunjukrasa, seperti disampaikan Haris Rahman, Wakil Bupati Jeneponto, H Paris Yasir, berjanji akan mencopot dan memproses hukum mereka yang bersalah melakukan pemotongan terhadap program PKG yang harus disukseskan guna mendorong Jeneponto keluar dari daerah tertinggal
Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Sandra Dewi, mengatakan, dirinya siap diposes hukum karena sudah berapa kali pengunjuk rasa menemuinya di kantor PKH Jalan Abd Jalil Sikki.
”Mereka meminta saya agar mencopot para pendamping PKH. Tapi mereka tidak mampu menunjuk siapa orang yang melakukan pemotongan dan berapa jumlahnya. Ini yang mereka tidak ketahui dan saya anggap selesai,” jelas Sandra Dewi. (krk/mir/c)

Exit mobile version