MAMUJU, BKM — Pada bulan September 2018, penduduk miskin di Sulbar mencapai 11,22 persen. Sedangkan pada posisi dibulan Maret 2018 yang telah mencapai 11,25 persen.
Kepala BPS Sulbar, Winrizal, mengatakan, penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 9,64 persen. Dan itu meningkat menjadi 9,80 persen pada September 2018. Sedangkan persentase penduduk miskin di pedesaan pada Maret 2018 mencapai 11,75 persen.
Sementara itu, dari 4empat poin komoditi baik pada perkotaan dan pedesaan dalam memberikan kontribusi terbesar pada September 2018, yaitu beras, rokok kretek filter, ikan tongkol/tuna cakalang, dan gula pasir dan untuk perumahan bensin, listrik, serta pendidikan merupakan empat komoditi bukan makanan memberikan kontribusi terbesar GK baik di perkotaan maupun pedesaan.
Winrizal mengatakan, perbandingan perkembangan kemiskinan pada tahun 2017, maka jumlah penduduk miskin di Sulbar dibandingkan pada September 2018, telah menunjukkan ada kenaikan atau peningkatan sebesar 1,05 ribu jiwa dengan membandingkan pada bulan maret 2018 dan mengalami peningkatan 3,36 ribu jiwa jika dibandingkan September 2017.
Untuk nilai tukar petani pada September 2018 mencapai 111,43 persen atau meningkat sebesar 1,19 persen jika dibandingkan bulan Maret 2018. Ini diduga mampu mengeluarkan penduduk miskin yang bekerja pada sektor pertanian dari garis kemiskinan. Maka dalam menunjukkan terhadap angka peningkatan kesejahteraan petani yang bekerja pada sektor pertanian memberikan perubahan. Sehingga memberikan peningkatan dan menunjukkan angka kemiskinan akan berkurang. (ala/mir/c)
Penduduk Miskin di Sulbar Capai 11,22 Persen
