MAKASSAR, BKM — Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berbasis Berstandar Nasional (USBN) akan dilaksanakan dua bulan mendatang. Kedua ujian tersebut dipastikan akan dilaksanakan secara online. Malah akan lebih praktis lagi karena selain menggunakan komputer, juga sudah bisa dilakukan dengan aplikasi android.
Sistem tersebut, menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo sudah diujicobakan atau dipraktekkan di sejumlah SMA dan SMK untuk ulangan harian, mid, dan semester.
“USBN kita malah sudah ada berbasis aplikasi android, kalau Makassar hampir seluruhnya sudah akan gunakan, kita sudah lakukan simulasi dibeberapa sekolah,” kata None usai menghadiri Rakortek Pendidikan tahun 2019, Kamis (17/1).
Ujian dengan aplikasi android memiliki keunggulan khususnya untuk memberi rasa nyaman dan santai kepada siswa. Ini juga bisa menjawab kendala ketersedian komputer atau laptop di sekolah.
“Ada aplikasi sendirinya, jadi ketika dipakai tidak bisa membuka aplikasi lain seperti google jadi tidak ada kecurangan. Pengerjaan soal dengan aplikasi ini bisa mengurangi tingkat stres siswa bahkan lebih cepat mengerjakan soal-soal,” ucapnya.
None menambah, keunggulan lainnya mereka bisa keluar ruangan bahkan sambil rebahan kerjakan soal-soal, tapi mereka tidak bisa saling mencontek mengingat setiap soal berbeda-beda setiap siswa.
Untuk soal, None menyebutkan UN tahun ini tetap mengakomodir soa essay. Soal akan dibuat 75 persen oleh guru di daerah dan sisanya 25 persen di buat langsung oleh Kemendikbud.
“Kalau dulu 2 tahun sebelumnya itu perbandingannya kadang-kadang 2 gampang, 1 sulit, dan 2 menengah. Nah ini HOTS (High Order Thingking Skill) mungkin 1 gampang, 3 sedang atau 2 sedang dan 2 sulit, nah begitu variannya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan pihak fokus pada pemerataan pendidikan di Sulsel. Menurutnya masih banya sekolah yang memiliki fasilitas yang tak memadai.
Terutama untuk sekolah yang berada di daerah terpencil, terbelakang dan terluar (remote area). Hal ini, akan menjadi salah satu fokus pada pembasan RPJMD 2018-2023 yang sementara disusun.
“Ini fokus kita, pertama akses sudah susah, kedua fasilitas belum memadai. Bagaimana sarana penunjang seperti laboratorium dan perpusatkaan. Kemudian kita bahas gurunya, kita hadirkan beberapa ahli, termasuk sistem zonasi dan implementasinya,” pungkasnya. (rhm)
Disdik Lirik Aplikasi Android untuk UN
