UNIVERSITAS Megarezky (Unimerz) kini hadir di Makassar. Surat Keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) nomor 1194/KPT/2018 tertanggal 27 Desember 2018 kini telah resmi dikantongi.
SK tersebut tentang izin penggabungan Stikes Mega Rezky Makassar dengan STKIP Mega Rezky Makassar. Penyerahannya dilakukan secara resmi oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin, kepada Ketua Yayasan Pendidikan Islam Megarezky Makassar Hj Suryani, Kamis (17/1) di kampus Jalan Pannara Raya.
Penyerahan SK itu dilanjutkan dengan pelantikan Prof Dr dr HM Rusli Ngatimin selaku rektor pertama Unimerz.
Kepala LLDIKTI IX Sulawesi Prof Jasruddin dalam sambutanya usai menyerahkan SK itu, meminta civitas akademika untuk lebih meningkatkan kualitas dan daya saing. ”Universitas Megarezky ini di tahun 2022 sudah bisa masuk 500 besar dunia, serta 50 kampus terbaik secara nasional,” kata Prof Jasruddin yang hadir bersama Plt Sekretaris LLDIKTI IX Sulawesi Muhammad Amir.
Dikatakan Jasruddin, untuk mencapai status universitas membutuhkan perjuangan berat. Dengan begitu, 20 atau 30 tahun ke depan tidak boleh ada terdengar masalah. Ditargetkan pula kampus ini meraih nilai A untuk akreditasi institusi.
”Hari ini (kemarin) telah meraih status universitas, sehinga bersaing dengan Unhas, UNM, UIN Alauddin, UMI, Unibos, dan Unismuh Makassar. Perubahan status itu harus dibarengi pula dengan perubahan cara berpikir dari sekolah tinggi jadi universitas. Jika universitas baru ini ingin lebih maju, maka jangan melupakan sejarah. Jangan melupakan orang yang pernah berjasa mengubah status ini,” imbuh Prof Jas.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar Dr H Alimuddin, menegaskan perolehan status universitas ini merupakan amanah dan keberkahan.
Yayasan ini mulai hadir 2004, dan Stikes Mega Rezky beroperasi 2005 dengan dua prodi, yaitu kebidanan dan keperawatan.
Universitas Megarezky mengelola tiga fakultas. Masing-masing Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Fakultas Teknologi Rumah Sakit dan Informatika, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dengan 19 prodi. (*/rus)
Harapan Masuk 50 Kampus Terbaik Nasional
