MAKASSAR, BKM–Awal tahun 2019 cuaca ekstrim melanda sebagaian besar Sulawesi Selatan termasuk di Kota Makassar. Hujan deras disertai anging kencang terjadi di beberapa wilayah di Kota Makassar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Raufiek Rahman mengatakan, cuaca ekstrim seperti yang terjadi beberapa hari terakhir membuat pihak BPBD melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan terjadinya banjir dan genangan.
“Perhari ini BPBD memantau beberapa titik yang memang sering tergenang seperti di Kodam III kita tetap pantau disana, Tamalanrea, Swadaya, dan informasi terakhir itu di Kodam III air sudah sampai dilutut,” kata Taufiek.
Menurutnya, dalam kondisi apapun BPBD selalu siaga, serta memdirikan beberapa posko di setiap kecamatan, seperti di Kecamatan Tamalanrea, dan Manggala.
Olehnya itu, dirinya mengaku kerap melakukan koordinasi lintas pimpinan wilayah kecamatan sehingga informasi yang menonjol dari setiap daerah dapat selalu update.
“Jadi posko utama kota ada di kantor BPBD Jalan Kerung Kerung. Dan sesuai perintah pak wali bulan lalu memerintahkan camat membuat posko di wilayahnya masing masing,” ujarnya.
Sampai saat ini, Taufiek mengakui, BPBD belum melakukan kegiatan operasi, dikarenakan kondisi masih terbilang aman, sehingga yang dilakukannya hanya sebatas pemantauan.
“Mudah-mudahan keadaan seperti ini terus aman, meskipun cuaca ekstrim dan air tidak terlalu tinggi, jadi kita memantau saja,” tandasnya.
Saat ditanya mengenai anggaran BPBD dalam menanggulangi bencana, Taufiek tidak mengetahui secara pasti, namun ia menyebut bahwa anggaran tersebut pasti ada melalui program kesekretariatan, program pencegahan dan program kedaruratan logistik dan peralatan (operasi, penyelamatan dan evakuasi).
“Saya tidak terlalu tahu angka nominal anggarannya dek. Kalau anggaran itu selalu ada tetapi saya kurang tau berapa jumlah pastinya,” singkatnya.
Selain itu, BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ektrim seperti saat ini, dengan tetap melihat informasi update dari BMKG atau informasi dari pemerintah.
Apalagi tanggal 21 atau 22 Januari mendatang diperkiran fenomena alam supermoon atau dikenal bulan purnama, dimana pada saat itu air pasang pada puncak tertinggi.
“Sekitar tanggal 21 dan 22 kita akan menghadapi bulan purnama, ada air pasang tertinggi, mudah mudahan masyarakat siap dan mudah mudahan tidak tidak terjadi seperti itulah,” tutupnya.(nug/war/c)
BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim
