Site icon Berita Kota Makassar

”Kaderisasi di Pesantren Jangan Pakai Kekeluargaan”

WAKIL Presidek RI HM Jusuf Kalla melakukan kunjungan ke pesantren putri Darul Da’wah Wal Irsyad (DDI) Bululampang, Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Minggu (20/1). Kehadiran JK disambut ratusan santri.

Kedatangan orang nomor dua Indonesia itu untuk menutup milad ke-80 DDI, sekaligus meresmikan rusunawa santriwati DDI. Pembangunan rusunawa ini menggunakan APBN 2018 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) senilai Rp6.959.543. 000.
JK disambut dengan tabuh rebana dan pembacaan doa oleh pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso AG Prof Dr Faried Wadjedy. Wapres tiba di Ponpes DDI Bululampang didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Hadir juga atase Kerajaan Arab Saudi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Chairman Fajar Group HM Alwi Hamu, serta Founder Bosowa HM Aksa Mahmud.
Dalam sambutannya, JK mengajak agar santri diajarkan pendidikan usaha. Semangat santri harus didorong bukan hanya untuk kemajuan akhirat. Tapi juga kemajuan dunia.
“Di Indonesia ini tidak banyak orang kaya yang beragama Islam. Makanya, pesantren harus melahirkan bukan hanya untuk menjadi ustaz. Tetapi ada juga santri yang bisa memiliki keahlian di berbagai bidang. Termasuk perlu adanya alumni DDI yang sukses di bidang bisnis,” kata JK.
”Kemampuan gender tanpa membedakan pendidikan untuk anak putra saja. Santriwati juga harus disetarakan pendidikannya, agar kebahagiaan dunia bisa juga tercapai,” lanjut JK.
Di bagian lain ambutannya, JK berjanji untuk memperhatikan pengembangan tiga kampus DDI di Mangkoso bersama beberapa pesantren lainnya . Wapres juga mengimbau agar kaderisasi di pesantren harus berjalan dengan baik dan berdasarkan kemampuan. Bukan ukuran keluarga.
“Regenerasi di pesantren harus berjalan untuk membangun umat. Bukan sebaliknya, seperti yang dilakukan di beberapa pesantren yang kaderisasinya menggunakan cara kekeluargaan, bukan karena kemampuan,” tandasnya.
Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso AG Prof Dr Faried Wadjedy menilai sosok JK sebagai putra Bugis yang baik menurut agama. Manusia terbaik karena umurnya panjang dan berahklak baik. Kalau berjanji selalu menepati.
”Hari ini (kemarin) Wapres Jusuf Kalla membuktikan janjinya ke Pesantren DDI Mangkoso yang lahir 1 Desember 1938. Janji tersebut diucapkan Pak JK tahun lalu dalam suatu acara di Maros, bahwa sebuah rusunawa akan dibangun untuk santriwati ponpes DDI di Bululampang,” kata AG Faried.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan, pesantren DDI Mangkoso yang tersebar di seluruh Sulsel memberi andil besar dalam pengembangan agama. Nurdin memaparkan program gerakan mengaji selama 15 menit setiap hari, dan memberikan bantuan kepada pembinaan rumah tahfidz.
“Semoga dalam perjalanan pembangunan di Sulsel, pondok pesantren terus berkontribusi untuk kemajuan pembangunan keagamaan di daerah ini. Melalui momen ini juga, saya mewakili pemerintah dan masyarakat Sulsel menyampaikan terima kasih kepada wapres atas kunjungan kerjanya ke Sulsel dan selamat atas milad ke-80 pesantren DDI Mangkoso,” pungkas Nurdin Abdullah. (udi/rus/c)

Exit mobile version