MAROS, BKM — Untuk mendukung Maros menjadi Kabupaten Layak Anak, Lapas klas IIA Kabupaten Maros memberikan pelayanan khusus untuk Napi anak. Salah satu pelayanan yang dilakukan Lapas klas IIA ini adalah mengantar pulang hingga ke rumah Napi anak yang masa tahanannya telah selesai.
Kepala Lapas Klas IIA, Indra S Mokoagow, menjelaskan, saat ini ada sekitar 36 orang Napi anak yang dibina di Lapas Klas IIA Maros. Salah satu di antaranya Musakkar bin Ahmad Gaffar yang telah selesai masa tahanannya.
Sebagai salah satu Lapas anak, kata Indra, sudah sewajarnya mereka memberikan hak-hak anak yang menjadi binaan mereka. Salah satunya adalah mengembalikan Napi binaan ke lingkungan dan keluarganya. Tak hanya itu, mereka juga memastikan anak binaan diterima kembali keluarganya seperti sedia kala.
”Kami memilih terobosan baru ini, karena kami merasa, mereka yang terjerat dengan permasalahan sama seperti anak-anak lainnya. Jangan sampai karena mereka telah menjalani masa hukuman, kemudian mereka dikucilkan, hak-hak mereka sebagai anak dirampas. Inilah tugas kami, membina mereka, supaya mereka bisa kembali diterima dikeluarganya,” ujarnya kepada wartawan akhir pekan lalu.
Tak hanya mengantarkan Napi anak pulang ke rumahnya, Lapas Klas IIA Maros juga mengajak 15 orang Napi anak untuk rekreasi. Hal ini untuk memenuhi hak relatif, hak rekreasi anak. ”Anak bisa lebih baik, sejak dia mulai masuk, dan sampai dia keluar. Negara tidak berhak membuat mereka lebih buruk dari sebelumnya. Dengan membuat mereka pendidikan yang maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Maros AS, Chaidir Syam yang hadir melepas anak yang bebas, mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Lapas mengantar anak yang sudah bebas langsung ke rumahnya. Hal ini merupakan salah satu penghargaan kepada anak. Sehingga anak saat tiba di rumah merasa diterima keluarganya.
”Tentu ini sangat baik untuk psikologi anak, diantar hingga ke rumahnya untuk memastikan mereka diterima kembali keluarga dan lingkungannya. Sehingga anak tersebut dapat tumbuh menjadi anak yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya,” ujar Chaidir.
Chaidir menambahkan, program ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Lapas telah membina anak. Sehingga anak menjadi lebih baik dan tidak mengulang kesalahan yang telah diperbuat. (ari/mir/c)
Pelayanan Khusus untuk Napi Anak
