Site icon Berita Kota Makassar

Ajang Pembuktian Kinerja, Integritas Serta Komitmen

MAKASSAR, BKM–Dua wanita, anggota DPRD Makassar kembali maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg). Kedua Srikandi yang bertarung di Daerah Pemilihan V meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate, adalah Yeni Rahman dari PKS dan Shinta Masita Moulina dari Partai Hanura. Rivalitas persaingan keduanya diprediksi bakal seru. Pasalnya, selain memiliki nomor urut yang sama, keduanya juga menggarap basis pemilih milenial di tiga kecamatan.

REPORTER: ARDITHA
EDITOR : HAMZAH SAMAL

Shinta dan Yeni sama sama menyatakan optimismenya bisa kembali melenggang ke kursi parlemen untuk keduanya kalinya. Bahkan, Yeni mengkalim akan bisa meraup simpatik suara pemilih lebih dari perolehan suara yang dia capai pada Pileg 2014 sebanyak 1.885.

”Dengan melihat potensi perempuan PKS Makassar, maka saya sangat optimis bisa meraup suara yang banyak. Semua orang punya target. Dan untuk mencapai target itu,

Tinggal bagaimana menambah apa yang didapatkan kemarin. Insya Allah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/1). Apalagi, secara gamblang dirinya mengaku peluangnya duduk kembali sangat terbuka lebar, jika disandingkan dengan rival srikandi lainnya sekali pun incumbent.

“Alhamdullilah peluang juga masih terbuka lebar, dan saya melihat perempuan yang mendaftar ini juga terbuka tinggal bagaimana mereka siap bertarung di dapil masing-masing,” katanya. Terlebih lagi menurutnya, masyarat Makassar Dapil 5 tahu siapa yang layak mewakili aspirasi mereka di DPRD Makassar. Bagi petahana ini, semua kinerjanya pasti telah terlihat. “Biarlah masyarakat yang menilai nantinya, biarlah ini menjadi tantangan yang besar, karena memang kami menyukai tantangan yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, Caleg Fraksi Hanura Makassar, Shinta Masita Moulina juga siap berrival dengan caleg baru maupun petahana lainnya. ”Sudah wajar terjadi begitu. Saya sangat siap bersaing. Saya dipercaya partai untuk menjadi salah satu perwakilan di DPRD Makassar. Tentu cukup berat, apalagi kondisi politik serta ekonomi saat itu sedang tidak baik ditambah banyak saingan, tapi itu bukan masalah bagi saya,” bebernya.

Di Pileg 2014, Shinta meraih perolehan suara 1.360 suara. Yang mana menurutnya, suara itu tidak berasal dari basis tertentu. “Ada suara saya tapi kita tidak jelas, siapa yang memilih disitu. Jadi pematangan suara saya tersebar di semua titik,” akunya. Pileg 2019 akan kembali menjadi ajang pembuktian bagi Shinta, apakah dia masih mendapat kepercayaan dari masyarakat atau tidak. Olehnya, dirinya meminta agar masyarakat betul-betul mempelajari rekam jejak caleg yang akan dipilihnya. (ita)

Exit mobile version