Site icon Berita Kota Makassar

Pengungsi Terserang Penyakit

MAKASSAR, BKM — Pengungsi yang terdampak banjir di Kota Makassar kini mulai terserang penyakit. Terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Ketua RW 6 Kelurahan Katimbang, Kecamatan Tamalanrea Firtuadi Abd Karim, menyebutkan saat ini pengungsi anak-anak di wilayahnya sudah banyak yang terserang penyakit berupa alergi dan gatal-gatal. Tercatat ada 2.118 pengungsi akibat banjir di wilayah ini. Terdiri dari 828 kepala keluarga (KK). Berasal dari satu RW dan empat RT di Kelurahan Katimbang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar Hadarati, menjelaskan tak peduli seberapa tinggi genangannya, luapan air banjir bisa tercemar oleh berbagai organisme penjangkit penyakit.
Termasuk bakteri usus seperti e-coli, salmonella, dan Shigella. Hepatitis A virus, dan agen pembawa tifus, paratifoid dan tetanus.
Virus, kuman, dan bakteri ini merupakan hasil dari polutan rumah tangga dan pertanian, atau limbah industri berbahaya. Seperti air selokan, sampah makanan, kotoran manusia dan hewan, bangkai, pestisida dan insektisida, pupuk, minyak, asbes, bahan bangunan berkarat, dan sebagainya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap beberapa penyakit yang kerap muncul di saat banjir.
“Penyakit yang dikeluhkan saat ini, yaitu penyakit kulit dan diare. Tetapi yang paling menonjol adalah penyakit kulit. Karena banyak bersentuhan dengan air dan kotor,” kata Hadarati, kemarin.
Selain itu, masuknya musim penghujan, penyakit seperti flu dan batuk juga sangat meningkat menyerang. “Kebetulan ini masuk waktu musim hujan, jadi meningkat penyakit flu dan batuk. Tapi semuanya sudah bisa ditangani oleh pihak puskesmas,” terangnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, Hadarati menegaskan pihak Dinkes Kota Makassar telah menyiapkan obat-obatan dan petugas di setiap posko pengungsian. Pihak Dinkes juga bekerja sama dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Makassar dengan menurunkan dokter ahli spesialis.
“Hari ini (kemarin) kita turunkan dokter spesialis, dokter anak, dokter kulit, dan dokter THT. Nanti kita akan kembangkan lagi. Selain dokter, petugas dan obat-obatan, kita juga siapkan berbagai peralatan lengkap,” jelasnya.
Jikalau ada korban banjir yang terserang penyakit cukup parah, lanjutnya, maka pihak Dinkes bersama IDI memberikan rujukan untuk ditangani di rumah sakit. (nug/rus/b)

Exit mobile version