PEMERINTAH Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, tak ingin lengah terhadap peredaran narkotika dan obat-obat terlarang yang masuk ke sekolah. Disdik akan memperketat dengan melakukan inspeksi mendadak setiap saat.
Apalagi, pada bulan November 2018 lalu, salah seorang siswa SD bernisial RS di Makassar ditangkap polisi setelah menjadi bandar sabu. Termasuk seorang anak berusia 14 tahun kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu. Bocah SMP diamankan tepat di Panampu, lorong II, Kampung Gotong, Tallo.
Olehnya itu, disdik akan memberikan sosialisasi dan pembinaan terhadap siswa agar menghidari narkoba. Pasalnya, narkoba juga masih menjadi ancaman serius bagi para pelajar hingga kini.
Belum lagi, pengedar narkoba kini mulai menyasar lingkungan sekolah dengan berbagai cara. Bahkan narkoba kini ada berbentuk permen yang tentu sasarannya adalah siswa.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando menegaskan, akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan sekaligus memberikan edukasi kepada anak didik.
“Kalau sasaran para pengedar itu biasanya dilakukan diluar sekolah, sementara kalau di sekolah kan ada kepala sekolah, ada guru, sekolah juga terpagar,” kata Rahman Bando, Jumat (25/1).
Ia menambahkan, untuk memberantasnya perlu adanya kerja sama antara semua pihak termasuk pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan pihak sekolah serta keterlibatan orang tua atau wali siswa.
“Semua itu harus ikut ambil bagian dalam hal ini, terutama bagi pemerhati pendidikan, untuk bersama sama mengawasi anak anak didik kita. Dan yang paling penting adalah sinergi dengan keluarga siswa itu sendiri,” ungkapnya.
Olehnya itu, kata Rahman, sangat disayangkan anak penerus bangsa yang masih berusia 12 hingga 14 tahun ingin dirusak oleh narkoba.
“Bagaimana masa depannya negeri kita 25 tahun kemudian. Anak anak kita yang sekarang duduk dibangku SMP berusia 12, 13 dan 14 tahun kemudian dirusak sarafnya,” cetusnya.
Rahman menambahkan, bahwa selain pemerintah, sekolah dan oran tua atau wali, pihak aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga diminta lebih meningkatkan pengawasan terhadap pengedar yang hendak menyasar anak anak usia dini.(nug/war/b)
Sekolah Bersih Narkoba
