MAKASSAR, BKM — Malang nasib H Rahim. Kakek berusia 80 tahun ini ditemukan tak bernyawa di dalam sumur sawah dengan kondisi mengenaskan, Sabtu (26/1) sekitar pukul 13.00 Wita.
Korban diketahui sebagai warga Jalan Bonto Jai Kapasa, RT 05/RW 03 Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Tubuhnya didapati telah membusuk dengan kondisi penuh lumpur. Ia mengenakan baju kaus berwarna kuning, celana pendek hitam, dan menggunakan Syamsuddin (70), warga Jalan Bonto Jai yang pertama kali menemukan mayat korban. Ia menuturkan kepada petugas Polsek Tamalanrea, sekitar pukul 13.00 Wita siang itu ia hendak ke sawah untuk memperbaiki saluran irigasi. Di perjalanan ia melihat sesosok tubuh manusia berada di dalam sumur sawah tak jauh dari tempatnya berdiri.
Tanpa menunggu waktu lama, Syamsuddin langsung kembali ke rumahnya. Dia menyampaikan kepada tetangga dan warga sekitar terkait temuannya. Mereka lalu beramai-ramai ke lokasi. Selanjutnya mengevakuasi korban ke rumahnya yang tak jauh dari tempat kejadian.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Alex, membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurutnya, sumur sawah tempat korban ditemukan memiliki lebar dua meter dengan kedalaman 10 meter.
”Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang hendak di sawah. Selanjutnya disampaikan ke tetangga, lalu dievakuasi ke rumah almarhum,” ujar AKP Alex.
Seorang keluarga korban bernam Anto (20), menuturkan Rahim terakhir meninggalkan rumah pada Senin (7/1) pukul 12.00 Wita. Setelah itu ia tak lagi pernah kembali, hingga akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa.
”Almarhum sudah pikun dan sering meninggalkan rumah. Biasanya kalau ada warga yang menemukannya, langsung mengenali dan dibawanya pulang ke rumah,” terang Anto.
Selama 19 hari menghilang, lanjut Anto, pihak keluarga sudah melakukan pencarian terhadap Rahim. Namun, baru pada hari Sabtu (26/1) jasadnya ditemukan.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Edy Gunawan bersama anggota piket datang ke rumah duka. Tiga keluarga almarhum, masing-masing H Tahir (65), H Muh Sapri (55), dan Abd Kadir (58) sepakat untuk tidak dilakukan otopsi. (jul/rus)
19 Hari Hilang, Ditemukan Jadi Mayat di Sumur Sawah
