MAROS, BKM — Banjir yang melanda Kabupaten Maros beberapa hari lalu, tidak hanya merendam pemukiman warga di 12 kecamatan di Maros, tapi juga kantor-kantor pemerintah. Kerugian materil yang diakibatkan banjir ini cukup besar. Apalagi, banyak kendaraan dinas (Randis) roda empat yang terendam banjir.
Kepala Bagian Asset Sekretariat Daerah Maros, Lorensius Nong Kese, menyebutkan, sedikitnya ada 10 kendaraan dinas yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir Rabu lalu. Kendaraan dinas roda empat ini merupakan kendaraan yang terparkir di kantor bupati Maros saat banjir melanda.
”Untuk kendaraan roda empat ada 10 unit yang terendam banjir. Ada Toyota Avanza maupun Daihatsu Terios. Ini kendaraan yang sebelumnya ditinggalkan kepala dinas maupun pejabat lainnya yang telah pensiun. Saat pensiun kan mereka mengembalikan Randis. Dan memang, ada beberapa jabatan yang belum terisi kembali jadi Randis tersimpan,” ujar Lorensius.
Dijelaskan, sebenarnya tempat Randis ini terparkir cukup aman karena berada di dalam kompleks kantor bupati. Namun karena tingginya air saat banjir melanda, sehingga Randis ikut terendam. Dari 10 Randis yang terendam banjir, dua di antaranya rusak cukup parah. Sedangkan lainnya masih kondisi baik meski tetap harus diservis.
Selain Randis roda empat, bagian asset sekretariat daerah Maros juga terendam banjir yang mengakibatkan beberapa barang elektronik terendam banjir. ”Air masuk di dalam kantor bupati setinggi 50 centimeter. Jadi ada 13 sertipikat dan 5 laptop ikut terendam. Posisi sertifikat ada dalam brankas. Tapi karena terendam banjir, sehingga sertipikat yang paling bawah terkena air. Laptop baru juga ada dua terendam karena berada dalam brankas. Sedangkan tiga laptop lainnya berada di loker masing-masing pegawai asset,” papar Lorensius.
Pihaknya, lanjut dia, tidak sempat menyelamatkan laptop dan sertipikat, karena berada di ruangan khusus dan terkunci. Sedangkan penanggung jawab ruangan telah kembali ke rumah. ”Air naik kan setelah pulang kantor. Kebetulan yang pegang kunci sudah pulang. Sehingga pegawai lain yang tinggal di kantor tidak bisa menyelamatkan. Kalau untuk sertipikat yang basah kita memiliki backup-nya karena sudah discan dalam bentuk file,” ujarnya.
Barang milik daerah (BMD) yang terendam banjir ini merupakan BMD yang berada di sekretariat daerah. Sedangkan Randis maupun BMD lainnya milik SKPD belum masuk laporannya. ”Kita sudah menyurat agar seluruh SKPD menginventarisir BMD yang rusak akibat banjir dan melaporkan ke bagian asset,” pungkasnya. (ari/mir/c)
Banjir Maros Rendam 10 Randis Roda Empat
