Site icon Berita Kota Makassar

Dua Aktivis LSM Takalar Bertarung Bidik Kursi Legislator

TAKALAR, BKM–Dua aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini dikenal vokal mengontrol jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Takalar, memilih ikut menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg). Menariknya, karena kedua aktivis ini bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama yakni Dapil 1, meliputi Kecamatan Polongbangkeng Utara, Pattallassang dan Polongbangkeng Selatan.

REPORTER: ARI IRAWAN
EDITOR: HAMZAH SAMAL

Kedua aktivis yang juga kerap bersatu padu dalam gerakan yakni, Ahmad Azis Ote dari Partai Hanura dan Fahriady Romo dari Partai Amanat Nasional (PAN). Meski secara kasat mata, keduanya menjadi rivalitas politik, namun mereka tetap saling dukung untuk bisa meraih dukungan serta simpatik masyarakat.

Ahmad Azis yang kerap disapa Othe mengatakan, dia sangat berharap bisa melangkah sukses menuju kursi parlemen Takalar. Menurutnya, melalui parlemen, dia bisa lebih berbuat banyak untuk diri, keluarga serta masyarakat takalar.

“Masih banyak jalan menuju Roma untuk membantu masyarakat dalam berbagai sektor. Namun saya kira, melalui kerja kerja di parlemen kita bisa lebih cepat mengakselerasi sebuah sentuhan kepada masyarakat untuk berbuat baik dari yang terbaik. Kami berharap langkah politik ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” katanya, Minggu (27/1/).

Selain itu, Othe juga berpesan agar pesta demokrasi ini dapat berjalan dengan baik dengan harapan agar semua pihak menyadari bahwa pemilu 2019 sebuah pesta demokrasi, kebutuhan sebuah konstitusi, bukan kebutuhan primer. Jadi kalau semua pihak sudah menyadari hal itu, pemilu dapat berjalan damai.

“Ingat dalam perang senjata, kita dapat terbunuh sekali saja, tapi dalam perang politik, kita bisa terbunuh berkali kali,” tukas Ahmad Azis. Sementara itu, Fahriady Romo yang kerap disapa Daeng Nai lebih banyak membahas arti politik dalam diri manusia. Menurut Caleg partai berlambang matahari ini, pada hakekatnya kita tidak bisa memungkiri bahwa manusia itu sendiri sejatinya adalah “makhluk politik” atau zoon politicon sebagaimana yang dikatakan Aristoteles.

“Manusia tidak akan pernah bisa lepas dari urusan politik, karena politik merupakan bagian dari hidup manusia itu sendiri. Dalam sebuah keluarga, disadari ataupun tidak, kita tentu berpolitik kepada anak-anak kita dan kerabat sendiri dan melalui momentum politik ini, saya tentu berharap dukungan penuh dari masyarakat. Karena dukungan keluarga telah bulat mengawal agenda politik kamii,” tandas Fahriady. (ari/cha/b)

Exit mobile version