PENCARIAN korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gowa terus berlangsung. Satu persatu mereka yang meninggal dalam bencana ini berhasil ditemukan. Terakhir adalah Hamzah HS Dg Sija.
ALIRAN Sungai Katilaporang, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, tampak ramai. Sejumlah warga dan tim evakuasi tampak di lokasi ini, Minggu (27/1) pukul 10.37 Wita.
Sesosok tubuh manusia tergeletak dengan kondisi kaku dan membengkak di sungai yang dekat dengan air terjun kelima di Kelurahan Malino. Belakangan diketahui jika yang ditemukan itu adalah tubuh Hamzah HS Dg Sija. Ia dilaporkan hilang pascalongsor terjadi di Jalan Colleng, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Selasa (22/1). Atau
Gabungan tim penyelamat berhasil menemukan jasadnya setelah lima hari pencarian. Mereka terdiri dari SAR Unhas, SAR UNM, SAR Antariksa, SAR Bosowa, SAR Akasi, KPA Kalpataru, KPA Sispala, Skin Chapter Malino, Anti Teror 808 Malino, tim Malino Adventure, KPA Bolang Parangloe, serta TNI-Polri dan masyarakat.
“Alhamdulillah, ditemukanmi korban Hamzah Dg Sija pukul 10.37 Wita tadi (kemarih). Mayatnya didapati di sungai Katilaporang, dekat air terjun kelima di Malino. Jarak penemuan jasad korban cukup jauh, yakni 5 kilometer dari rumah korban yang tertimpa longsor di Jalan Colleng, Kelurahan Malino,” jelas Camat Tinggimoncong Andry Mauritz di sela-sela upaya evakuasi, kemarin.
Ditanya apa itu air terjun kelima, Andry menjelaskan bahwa sungai Katilaporang yang terletak dalam wilayah Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong memiliki beberapa tatakan yang kemudian membentuk air terjun.
“Pada tatakan kelima itulah posisi jasad Hamzah Dg Sija ditemukan. Terbilang jauh dari lokasi awal dia dinyatakan hilang,” jelas Andry.
Di Malino, longsor terjadi di Jalan Colleng dan kemudian menimpa empat unit rumah dengan lima kepala keluarga (KK). Ada dua korban jiwa yang telah ditemukan. Yakni Andi Astuti (ditemukan pada Rabu, 23 Januari). Dan Hamzah yang mayatnya ditemukan kemarin. Sementara warga lainnya selamat.
“Jadi ada empat unit rumah di Jalan Colleng yang kena longsor dan dihuni 5 KK. Dua korban meninggal sudah ditemukan. Sementara pemilik rumah lainnya mengungsi ke tempat aman yang telah kami siapkan,” terang Andry lagi.
Korban tewas Andi Astuti, disebutkan Andry, adalah seorang guru SD Madakko, Lingkungan Pattapang. Sementara Hamzah Dg Sija adalah tukang ojek dan buruh bangunan.
Dengan ditemukannya Hamzah Dg Sija, tercatat sudah 46 korban tewas longsor di Kabupaten Gowa. Termasuk yang ditemukan di Kecamatan Bungaya dan Manuju. (sar/rus)
