RACIKAN kopi khas Syahab telah menghadirkan cita rasa kopi khas yang berkelas, namun bisa dinikmati siapapun. Ia seakan membuat filosofi sendiri, minum kopi enak tidak harus di gerai kopi, namun bisa didapat dimana pun dan diminum kapanpun.
Laporan: NUGROHO-ISHAK
Uniknya juga, DW yang menjadi merk dari produknya kini bukan hanya kopi saja. Namun ia juga telah berhasil menciptakan minuman lain dengan cita rasa berbeda seperti teh. Teh Kombucha memiliki fungsi mengobati penyakit dalam.
“saya berinisiatif dengan merarik sebuah kemasan botolan lagi namanya Teh Kombucha. Teh tersebut memiliki fungsi baik dalam tubuh bila dikonsumsi. Minuman kombucha cukup populer di beberapa negara. Teh ini dapat menyehatkan pencernaan, membantu mengatasi sindrom iritasi usus karena kaya dengan vitamin B. Hal itu berdasarkan dari penelitian mengenai probiotik dari National Institutes of Health probiotik,” ujar Syahab.
Minuman kemasan miliknya ini kini telah beredar di berbagai tempat di Makassar. Membuatnya lebih dikenal, dengan tujuannya kedepan, dikatakan Syahab bisa merambah ke market berlabel nasional.
Minuman buatan Syahab ternyata telah merambah ke salah satu minimarket yang ada di Kota Makassar. Selain minimarket, berbagai toko kelontong pun juga telah ia masuki.
Minimarket yang telah bekerjasama dengannya adalah Orange Mart yang terletak di Pintu II Universitas Hasanuddin. Bahkan dikatakannya, minimarket itu meminta dirinya mengirimkan produk miliknya tiap hari.
Selain di Orange Mart, berbagai toko juga telah berhasil ia isi dengan kopi miliknya. Antara lain di Toko Seruni yang terletak di depan Rumah Sakit Faisal, serta di Toko Markisa Jalan Gunung Merapi Makassar.
“Kedepannya saya juga mau kasih masuk di Indomaret atau Alfa Mart. Itu memang tujuannya. Tapi untuk saat ini, saya masih butuh izin dulu untuk bisa masuk kesana. Semoga kedepannya bisa,” ucap.
Syahab pun mengatakan ia cukup menikmati aktivitasnya sebagai pengusaha minunuman kemasan ini. Namun tentu, ada kesulitan juga yang ia rasakan. Terutama dalam segi distribusi barangnya.
Pendistribusian yang kini masih ia lakukan sendiri ke berbagai tempat membuatnya agak kesulitan. Jarak yang jauh serta kadang cuaca yang buruk masih menjadi kendalanya kini.
“Seperti misalnya ke Orange Mart, itu kan lumayan jauh. Mereka kan minta tiap hari, terus kadang hujan. Seperti itu ji yang bikin kesulitan. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang tetap bisa diatasi,” ungkapnya.
Syahab pun menitipkan harapan, semoga kedepannya DW bisa memenuhi keinginan masyarakat. Ia sangat berharap supaya Minuman racikannya bisa diterima di masyarakat luas, terutama di Makassar sendiri.
“Saya juga harap nantinya DW tidak hanya di satu titik di daerah wilayah Makassar saja, tapi juga semoga DW bisa tersebar di daerah-daerah luar Makassar maupun kota kota besar di luar Makassar,” harapnya.
Pria berumur 29 tahun itu mulai meracik kemasan kopi di tempat tinggalnya di Jalan Pettapunggawa No 48. Bahkan ia telah meracik kemasan kopi yang kini dalam sehari melayani pesanan hingga 200 kemasan botol.
“Intinya kita kenalkan kopi Cold brew dibuat dengan metode perendaman selama minimal 12 jam. Untuk meyeduh (brewing), yang digunakan umumnya adalah air biasa dengan suhu ruang atau dengan air dingin. Alahamdulilah usaha kopi yang kami geluti sejak 2018 mulai disenangi,” cerita Syahab kepada penulis.
Terkait pemesan, Syahab mengaku konsumen yang memesan dalam perhari hingga 200 kemasan botol.
Ditanya mengapa ide itu muncul, ia hanya tersenyum dan menyatakan kalau ide kreatif itu muncul karena menyesuaikan dengan keuangan. Ia memberanikan diri hengkang dari peracik kopi di tempat kerjanya, untuk memilih membangun usaha sendiri. Apalagi, dia tahu betul cara meracik kopi khususnya kopi Robusta.
“Jadi awalnya fenomena kopi menjamur dikarenakan diangkatnya film ”Filosofi Kopi”. Di film itu profesi peracik kopi dimunculkan dengan karakter yang kuat. Dari sanalah, tren kopi lokal semakin menguat. Hingga profesi sebagai peracik kopi itu keren,” jelasnya.
Bahkan kata dia, mungkin karena identik dengan berpenampilan rapi dan apik termasuk sangat detail saat proses memilih biji kopi, menggiling hingga proses penyeduhan.
Darmawansa menuturkan profesi usaha kopi Cold brew cukup menjanjikan sehingga dirinya semakin optimis untuk membesarkan usaha kopi yang diraciknya.Apalagi Cold Brew Dw ini beda dengan Cold Brew biasanya. Ini memadukan modern dan tradisional.(b)
