MAKASSAR, BKM — Tak semua politisi yang mengincar kursi parlemen lantaran mengejar kemapanan. Ada juga dari mereka yang maju dalam kontestasi pileg semata karena memberi pendidikan politik.
Adalah Andre Prasetyo Tanta, satu dari sebagian kecil yang tidak mengejar kemapanan lewat panggung politik. Baginya, politik bukan tempat untuk transaksional. Juga bukan wadah pencitraan. Tetapi lebih sebagai ruang pengabdian untuk masyarakat.
Pengusaha muda bertalenta ini mengakui banyak kalangan yang menanyakan sikapnya memutuskan terjun ke dunia politik. “Banyak yang bertanya mengapa harus jadi caleg, sementara bisnisnya banyak. Hidupnya mapan. Saya jawab ini semata karena ingin mengabdi kepada sesama,” kata Andre saat berkunjung ke redaksi Berita Kota Makassar, Senin (28/1).
Putra pengusaha Sulsel Wilianto Tanta ini terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Bahkan untuk Pemilu 2019 ini, Chief Development Officer Phinisi Hospitality itu menjadi salah satu calon anggota DPRD Sulsel dari daerah pemilihan Sulsel I. Daerah pemilihan ini mencakup sebelas kecamatan di Makassar minus Panakkukang, Manggala, Biringkanaya, dan Tamalanrea.
Ia menceritakan, keputusannya maju sebagai calon legislatif bukan untuk mengejar kemapanan. Bukan untuk memperkaya diri. Bahkan jika kelak terpilih sebagai wakil rakyat, ia rela menghibahkan gajinya untuk kebutuhan masyarakat. Menurut dia, jabatan anggota DPRD sejatinya tidak boleh digunakan sebagai wadah untuk memperkaya diri.
Lulusan Loyola Marymount University, Los Angeles Amerika Serikat itu juga meluruskan anggapan skeptis sebagai orang tentang politik. Menurut dia, tidak sedikit orang alergi politik. Tidak terkecuali anak-anak muda atau kalangan milenial.
Banyak anak-anak muda tidak tertarik pada kegiatan politik karena pemahaman mereka yang keliru soal politik. Padahal menurut dia, justru politik itu harus diisi dan digeluti anak-anak muda yang potensial serta memiliki visi yang prospektif.
“Saatnya anak-anak muda, kelompok milenial mengambil peran dalam kehidupan politik. Siap bersaing dalam kontestasi pemilihan calon legislatif juga menjadi salah satu sikap yang harus diperhatikan,” kata pria kelahiran 17 April 1995 tersebut.
Ia menegaskan keputusannya maju dalam kontestasi pileg tahun ini dimaksudkan untuk memberi motivasi kepada kelompok milenial agar tidak alergi politik. Menurut dia, peran dan partisipasi anak-anak muda senantiasa dibutuhkan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan, termasuk di ruang-ruang politik. Yang penting, kata dia, kehadiran mereka di lembaga parlemen bermanfaat untuk masyarakat.
“Secara pribadi, saya sudah menyiapkan beberapa program pro rakyat kelak ketika terpilih menjadi wakil rakyat,” katanya lagi.
Tentang peluangnya lolos ke parlemen, Andre memilih realistis. Ia mengakui di internal Nasdem banyak politisi kawakan yang menjadi rivalnya. Sebut misalnya mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahmatika Dewi, putra Bupati Luwu terpilih Arham Basmin Mattayang, dan sejumlah politisi tenar lainnya.
Keputusan Andre maju di panggung politik mendapat support sang ayah Wilianto Tanta. Wilianto mengatakan, sebagai anak muda Andre punya kewajiban untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial kebangsaan. Termasuk di dalamnya maju sebagai calon legislatif. Wilianto mengakui pengalaman dan wawasannya sebagai orang yang lama mengecap ilmu di USA menjadi salah satu modal bagi Andre untuk menapak kariernya. (pap)
Ajak Kaum Milenial tak Alergi Politik
