MAKASSAR, BKM — Waktu masih pagi, Senin (28/1) pukul 09.00 Wita. Di Jalan Urip Sumohardjo Lorong I Tamaje’na, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, warga mendadak geger.
Seorang pria paruh baya ditemukan dengan kondisi terbujur kaku di dalam kamar kos. Belakangan lelaki usia 75 tahun itu diketahui bernama Amiruddin.
Syarifudddin, warga setempat yang pertama kali menemukan mayat pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang cukur itu. Amiruddin yang berasal dari Jawa Tengah tampak tergeletak di lantai dengan darah di sekitarnya.
Syarifuddin kemudian menyampaikan kepada warga sekitar. Selanjutnya menghubungi aparat Polsek Panakkukang. Tidak lama berselang polisi tiba di lokasi bersama tim inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Selain mengidentifikasi mayat, petugas juga melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar. Selanjutnya dilaporkan ke polisi.
”Kami rencananya melakukan bisum dan meminta kepada ketua RT dan RW setempat. Namun pihak RT dan RW mengatakan korban tidak memiliki keluarga di Makassar. Karenanya, disepakati untuk tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya dimakamkan di pekuburan Islam Laikang Sudiang,” jelas Ananda.
Sehari sebelumnya, Minggu siang (27/1) sekitar pukul 12.30 Wita, warga Jalan Sunu III, Kecamatan Tallo juga menemukan seorang pria dalam kondisi bersimbah darah. Ia ditemukan tewas oleh ibunya bernama Hasiah.
Bermula ketika Hasiah beberapa kali menghubungi anaknya melalui gawai. Namun, tidak aktif. Karena curiga, apalagi anaknya tinggal seorang diri di rumah, Hasiah kemudian mendatangi kediaman korban.
Hasiah kaget ketika membuka pintu rumah. Anaknya tampak tergeletak bersimbah darah. Warga kemudian beramai-ramai berdatangan. Selanjutnya warga berdatangan lalu menghubungi aparat Polsek Tallo.
Aparat Mapolsek Tallo bersama tim inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara langsung mengidentifikasi jasad korban. Korban diketahui bernama Rusdi. Usianya 37 tahun berprofesi sebagai buruh . Polisi juga melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tallo Kompol Amrin mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Sebab pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. (ish/rus)
Tak Punya Keluarga, Pria yang Tewas di Kos Dimakamkan
