Site icon Berita Kota Makassar

BBWSPJ Informasikan SOP Pengoperasian Waduk Bilibili

GOWA, BKM — Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Sulsel, Teuku Iskandar, menjelaskan tentang Standar Operasional Pelayanan (SOP) pola pengoperasian waduk Bili-bili.
Dijabarkan Iskandar, Selasa siang (29/1), SOP pola pengoperasian waduk ini perlu diketahui publik agar tidak menimbulkan salah tafsir terhadap pembukaan pintu air waduk Bili-bili yang berdampak pada besarnya volume air ke hilir.
Sehubungan dengan adanya dinamika akhir-akhir ini terhadap dibukanya aliran air di Bendungan Bili-bili, kata Iskandar, pihaknya perlu menginformasikan SOP pola pengoperasian waduk Bili-bili Kabupaten Gowa.
SOP nya adalah waduk Bili-bili mempunyai kapasitas tampungan 375 juta m3 (meter kubik), dengan ketinggian elevasi puncak TMA +103. Untuk pola pengoperasian waduk, apabila TMA melebihi elevasi tertentu harus dilakukan pembuangan debit air ke hilir bendungan/ke Sungai Jeneberang.
Dimana, fasilitas bangunan pembuangan debit air waduk Bili-bili mempunyai dua model atau cara pembuangan, yaitu menggunakan dua unit pintu radial spillway dengan ukuran masing-masing 7×7,7 meter dan spillway mercu bebas dengan total panjang 70 meter (termasuk pintu spillway)
SOP pola pengoperasian pintu spillway dilakukan apabila kelebihan TMA di dalam bendungan sudah pada elevasi +99.42. Disaat itu harus dilakukan persiapan untuk atau akan dibukanya pintu spillway.
Selanjutnya, apabila TMA dalam waduk mencapai elevasi +99.43 maka pintu spillway mulai dibuka setinggi 0.5 meter dan selanjutnya apabila TMA di dalam waduk terus mengalami penambahan pada elevasi +99.45, maka pintu spillway dibuka setinggi lebih kurang 1 meter (proses pembukaan pintu dilakukankan secara bertahap/tidak sekaligus) dan apabila TMA dalam waduk meningkat pada elevasi +99.50 (batas TMA normal) maka harus dilakukan pengaturan pembukaan lagi pintu spillway setinggi 7.7 meter (maksimum).
Ini berfungsi untuk pembuangan debit air melalui pintu spillway saja, dan apabila TMA sdh melebihi elevasi sama atau lebih terhadap elevasi + 99.50 maka limpasan mulai terjadi melalui bangunan mercu spillway. Dan pintu spillway/sebelum elevasi +99.50 hanya pintu spillway saja yang berfungsi. Namun ini masih dalam status BATAS NORMAL (TMA +99.50).
Dijelaskan, apabila TMA terus bergerak naik sampai elevasi +100, bukaan pintu masih tetap 7.7 meter dimana pada kondisi ini sudah masuk dalam status Batas Waspada. Pada saat TMA menjadi Status Batas Waspada, maka BBWS Pompengan Jeneberang selaku penanggungjawab pengelolaan waduk Bili-bili akan menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat secara berjenjang melalui gubernur, bupati, pihak keamanan dan pihak-pihak lainnya bahwa status waduk Bilibili sudah masuk dalam status Batas Waspada.
Di sini diminta masyarakat yang ada dibagian hilir waduk Bili-bili yang mempunyai dampak, agar waspada dengan terus terjadinya peningkatan kenaikan TMA waduk Bili-bili. Apabila TMA terus bergerak naik pada elevasi +101.60, ini sudah masuk status Batas Siaga.
Jika sudah masuk pada Batas Siaga, maka langkah-langkah yang sama dilakukan lagi. Yakni penyampaian atau pemberitahuan seperti penyampaian pemberitahuan dengan tahapan-tahapan seperti yang dilakukan pada status Waspada tadi. Apabila TMA terus bergerak naik pada elevasi +103. Ini sudah masuk dalam status Batas Awas.
Dan sesuai SOP, akan dilakukan langkah-langkah sampai TMA terus bergerak naik pada elevasi lebih +-102 akan dioperasikan peringatan dini dengan membunyikan serine dan pemberitahuan kepada seluruh aparat secara berjenjang (gubernur, bupati, pihak keamanan dan pihak lainnya) disertai warning harus segera dilakukan evakuasi terhadap seluruh aktivitas apapun.
Dan masyarakat yang berada pada daerah dampak di hilir waduk Bili-bili (di sekitar Gowa dan Makassar) harus menjauh pada lokasi yang lebih aman/ketinggian yang lebih aman dari Sungai Jeneberang.
Iskandar mengatakan, kondisi pola operasional bendungan Bili-bili seperti saat ini hanya dilakukan pada saat kondisi musim hujan untuk menjaga TMA dalam waduk dengan besarnya inflow yang masuk ke dalam bendungan.
Sebagai gambaran tingkat tahapan status terhadap TMA untuk waduk Bilibili untuk batas NORMAL elevasi TMA +99.50. Batas WASPADA elevasi TMA + 100. Batas SIAGA elevasi TMA +101.60. Dan batas Awas elevasi TMA +103 (batas maksimum ini kondisi TMA di dalam waduk Bili-bili yang boleh terjadi serta kapasitas col waduk Bili-bili 375 juta m3). ”Inilah informasi secara umum pola pengoperasian waduk Bili-bili Kabupaten Gowa. Semoga masyarakat menjadi paham,” kata Iskandar. (sar/mir)

Exit mobile version