Site icon Berita Kota Makassar

Cegah Pekembangbiakan Nyamuk

KEPALA Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Hadarati Razak sebelumnya meminta warga mencegah terjadinya peningkatan dan keparahan kasus DBD.
Pada 10 tahun yang lalu, jelas Hadarati, terjadi kasus demam berdarah yang sangat luar biasa. “Jadi ada siklus 5 tahunan ada 10 tahunan, dimana pada saat 10 tahun yang lalu meningkat kasus demam berdarah, dan kasusnya sangat tinggi, trendnya seperti itu. Jadi kita harus waspada serta lebih aktif mencegah pekembangbiakan nyamuk aedes aegypti itu,” kata Hadarati.
Olehnya itu, ia memprediksi tahun ini kasus demam berdarah dengue (DBD) akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Penyebab siklus 5 dan 10 tahunan diakuinya belum diketahui pasti. Ia hanya mengatakan, kemungkinan itu karena faktor cuaca.
Sehingga untuk mengantisipasi siklus tersebut, Dinas Kesehatan Kota Makassar melakukan pencegahan dan tidak lupa mengimbau masyarakat untuk terus membersihkan lingkungan.
“Pencegahan itu selalu kita lakukan, dari puskesmas selalu menyampaikan ke masyarakat, pencegahannya seperti kebersihan lingkungan, memberantas perindukan perindukan nyamuk, itu kalau di masyarakat, kemudian kalau dari dinas sendiri itu ada fogging,” ungkapnya.
Foging, kata dia, hanya mampu membunuh nyamuk dewasa tetapi untuk membunuh jentiknya butuh bantuan masyarakat, apalagi saat ini memasuki musim penghujan menetasnya jentik jentik nyamuk.
“Kalau cuaca seperti ini petugas puskesmas memakai mobil keliling memantau setiap daerah. Masyarakat juga perlu sanitasi lingkungan dengan tidak membuat perindukan nyamuk termasuk di dalam rumah. Bila ada air jernih tergenang sebaiknya dibersihkan, menutup, mengubur kemudian menguras dan membersihkan lingkungan (3M+),” ujarnya.
Selain itu, pencegahan DBD yang dilakukan pihak Dinkes melalui fogging kasus dengan radius 200 meter, dimana dilakukan pada saat ada kasus dan di daerah kasus tersebut terjadi.
“Jadi kalau ada laporan dari puskesmas atau rumah sakit maka kita buatkan jadwal kapan kita turun untuk melakukan fogging, jadi tiap hari kita lakukan foging. Tergantung laporan masuk dari rumah sakit dan puskesmas, biasanya sehari sampai 10 titik kita lakukan foging,” tandasnya.
Dia melanjutkan, gejala klinis yang ditunjukkan penyakit ini adalah demam yang puncaknya terjadi pada hari kelima.
“Yang dikhawatirkan dari DBD adalah syok akibat terjadi pendarahan dalam tubuh karena kekurangan cairan dalam tubuh. Tapi jika sudah hari kelima dan bisa diawasi, berarti lewati masa kritis,” ungkapnya.(nug/b)

Exit mobile version