Site icon Berita Kota Makassar

Danny Siapkan Makassar era Industri

MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto nampaknya tidak ingin meninggalkan pekerjaan rumah jelang masa pemerintahannya berakhir tiga bulan mendatang. Olehnya itu, Danny mengaku jika saat ini pemerintah kota sedang melakukan persiapan Makassar menuju era industri 4.0.
bahkan dirinya kini telah melakukan persiapan untuk makassar 4.0. Dimana Makassar 4.0 ini merupakan bagian dari Makassar menuju revolusi industri 4.0. Yang merupakan fase ke empat yang dimulai pada abad ke 18 dengan sistem perubahan yang sangat cepat.
Menurutnya, revolusi industri 4.0 yang akan dicanangkannya di Makassar merupakan pertama kalinya. Atau hal yang baru dilakukan di Indonesia, bahkan di dunia.
Lebih jauh ia menjelaskan, dirinya juga akan melakukan pembenahan sistem pemerintahan. Dimulai dari melantik sekretaris daerah, selanjutnya membersihkan seluruh birokrasi di pemerintahannya.
“Kemarin kita ada pelantikan sekda, itu mulai pembenahan sistem, sebentar lagi akan ada 500 SKPD akan kita rapikan termasuk ada 200 kepala sekolah dan tenaga posyandu. Bahkan kemungkinan akan saya evaluasi semua tenaga kontrak yang tidak efektif apalagi yang tujuannya politis, sudah saya pastikan tidak akan dilanjut lagi,” jelasnya.
Bahkan lanjut Danny, di sisa tiga bulan masa jabatannya, dirinya akan menempatkan orang orang yang betul betul ingin melihat Makassar jauh lebih baik, dimana orang-orang ini yang akan mengawal Makassar 4.0 tersebut.
Revolusi industri 4.0 ini dikatakan Danny akan menjadi kegelisahan dunia. Pasalnya di era digital saat ini, membuat seseorang menjadi viral hanya memerlukan hitungan detik. Olehnya itu, di era ini tentunya menjadi tantangan pemkot Makassar saat ini. Apalagi kata Danny, Internet of Things (IoT) dan Big Data saat ini sudah menjadi bagian dari itu semua.
“Makassar sudah punya itu. Sehingga kita harus bermain dalam industri 4.0 tersebut. Setidaknya kita telah mulai hal yang baru, sehingga kota Makassar saat ini bukan lagi dalam skala nasional, bahkan sudah bermain dalam skala internasional, dikarenakan makassar sudah siap dengan era industri 4.0,” tutup Danny.
Di hari yang sama, Danny juga membuka Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, (29/1).
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto pun mengungkapkan Rakorsus yang dicanangkan sejak awal pemerintahannya itu, punya tujuan yang signifikan.
Olehnya, Rakorsus selalu digelar pada 2 titik penting. Pertama pada setiap awal anggaran yakni pada bulan Januari dan pada saat anggaran perubahan. Gunanya untuk mengakselerasikan seluruh anggaran yang ada dan membagi informasi kepada seluruh komponen birokrasi pemerintah kota Makassar.
Menurutnya, Kelemahan birokrasi adalah, terkadang kepala bidang dalam satu SKPD tidak pernah tahu urusan kepala bidang dalam SKPD lain. Padahal menurut Danny, mereka harus menjadi satu kesaruan komponen yang saling bekerja sama.
“Bagaimana bisa mengkoordinasikan yang lain. Urusan tetangga saja tidak pernah tahu. Padahal semua mesin birokrasi akan menjadi mesin yang baik jika semua komponen mesin dan generator birokrasi bekerja dengan baik. Mulai dari bensin atau bahan bakarnya, kompomponen-komponennya sampai baut-bautnya berfungsi dengan baik. Untuk mengfungsikan organ-organ itu, maka kami membuat Rakorsus ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Danny mengatakan Rakorsus kali ini menyangkut trend masa kini yang menjadi kegelisahan seluruh dunia. Kegelisahan tersebut yakni revolusi industri 4.0 yang mampu membuat perubahan dengan kecepatan bahkan tiga ribu kali lebih cepat dari standar.
Selain itu era robotik, dan era intelegen IT saat ini juga menjadi tantangan. Dimana untuk menghadapi hal tersebut Pemerintah Kota Makassar sudah memiliki big data yang merupakan bagian dasar.
Big data yang dimiliki Kota Makassar ini merupakan suatu progres, meskipun hal tersebut sudah ada di Kota Makassar tentu masih ada kelemahan yang harus dirangkai dalam satu sistem untuk menghadapi revolusi industri 4.0 itu.
“Dalam statistik dunia, Indonesia adalah negara yang tidak siap mengahapi idustri 4.0, hanya Malaysia yang siap. Untuk itu kita tidak boleh menyerah, kalau memang Indonesia belum siap, biar Makassar dulu yang siap,” ucapnya.
Walaupun sisa jabatan yang diembannya sisa tiga bulan lagi, namun Danny mengatakan dirinya akan tetap tetap memegang prinsip dasar Kota Makasaar untuk menyongsong era 4.0.
“Selain big data, kita sudah punya open data, kita sudah punya struktur yang baik, konsep Sombere Smart City, hal ini merupakan konsep 4.0,” tambah Danny.(nug/war/c)

Exit mobile version