Site icon Berita Kota Makassar

Prajurit Asal Barru Gugur Tertembak

BARRU, BKM — Selasa sore (29/1) pukul 17.00 Wita. Pada sebuah rumah di Kampung Cilellang, Desa Paopao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Banyak orang yang berkumpul di depan rumah. Sebagian di antaranya berpakaian tentara.
Tak lama kemudian terdengar bunyi sirene mobil ambulance. Ketika berhenti, seorang perempuan turun. Ia histeris. Mengundang banyak orang untuk mengerumuninya.
Dia adalah Dewi, istri dari Praka Nasruddin. Sesaat berikutnya sebuah peti jenazah diturunkan dari mobil ambulance. Di dalamnya telah terbujur jenazah Praka Nasruddin. Suara tangisan pun langsung pecah.
Pria berusia 32 tahun itu adalah anggota Tabak SLP Pokton I Kipan-Yonif RK 751/PJS XVII Kodam XVII/Cendrawasih. Ia gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di wilayah Mapenduma, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Senin sore (28/1).
Jenazahnya diterbangkan langsung dari Papua ke Makassar, untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Desa Paopao, Barru.
Prajurit TNI yang meninggalkan Barru sejak tamat SMP ini meninggalkan seorang istri bernama Dewi, dan dua anak yang masih kecil. Masing-masing Fira Janeta berumur 4 tahun, dan Shafran El Zhauki berusia 1,5 tahun.
Adik almarhum bernama Ayu (27) tampak berusaha menahan rasa duka mendalam saat dimintai keterangannya. Matanya sembab, sembari menggendong anaknya yang masih berumur belum satu tahun.
Ayu menceritakan ihwal pertama kali menerima kabar kepergian sang kakak untuk selamanya. Informasi itu diperoleh Ayu dari istri teman suaminya yang juga anggota TNI dan bertugas di Papua.
Dikatakan, ada anggota TNI dari Papua yang menelepon. Dia menyampaikan informasi yang beredar bahwa terjadi peristiwa kontak senjata antara anggota TNI dengan KKSB. Satu di antara anggota TNI yang mengalami luka tembak berasal dari Sulsel.
“Yang menelepon itu meminta saya tidak panik dan berharap agar informasi ini jangan dulu disampaikan ke keluarga lain. Termasuk ibu (Hasnah) dan kakak saya yang tinggal di Papua,” ujar Ayu.
Meski begitu, Ayu tetap berusaha menghubungi ibu dan kakaknya melalui sambungan telepon. Namun, gawainya selalu dalam posisi sibuk. Begitu pula dengan Dewi, kakak iparnya.
”Jadi, saya yang lebih dulu mengetahui informasi (gugurnya Praka Nasruddin) daripada ibuk dan kakak di Papua,” terangnya.
Diakui Ayu, dirinya tidak punya firasat apa-apa jika kakaknya Nasruddin meninggal di medan tugas. ”Saya terakhir bertemu sekitar 2017 saat menghadiri pernikahan saya di Barru. Kakak saya ini sangat perhatian dan sering berkomunikasi melalui video call,” jelas Ayu dengan nada sedih.
Sehari sebelum menerima informasi tertembaknya almarhum, Ayu mengaku sempat merasakan sesak dan sulit tidur. Namun yang diingatnya kala itu adalah suaminya yang baru saja berangkat ke Timika bertugas sebagai ASN.
“Tetapi ternyata Kak Nasruddin yang pergi untuk selama-lamanya. Semoga pelakunya segera tertangkap,” imbuhnya.
H Alimuddin, paman almarhum menyebut, Praka Nasruddin merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak SD hingga SMP tinggal di rumah Alimuddin di Cilellang. Setamat SMP ia ikut keluarga ke Papua, karena bapaknya sudah meninggal dunia ketika itu.
“Dia tiga kali mendaftar untuk menjadi anggota TNI. Nanti ketiga kalinya baru lolos. Meski jauh bertugas di Papua, tetapi sering menghubungi saya lewat HP. Nasruddin itu salah satu keponakan saya yang sabar, namun perhatiannya kepada keluarga sangat besar,” ujar Alimuddin.
Dari pantauan di rumah duka, tampak terpajang ucapan duka dari Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, dan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi. Ada pula karangan bunga sebagai ucapan duka dari Dan Yonif RK 751/VJS Mayor Inf Rofi Irwansyah.
Upacara penerimaan jenazah dipimpin Perwira Penghubung Kodim 1405 Mallusetasi Mayor Inf Mustaan. Selanjutnya jenazah almarhum dibawa ke Taman Makam Pahlawan Barru.
Di TMP ini sudah menanti Dandim 1405/Mallusetasi Letkol Arm Ketut Adi Hamsyah. Ia kemudian bertindak selaku inspektur upacara pemakaman Praka Nasrudin.
“Almarhum meninggal dalam melaksanakan tugas sebagai anggota TNI,” ujar Mayor Inf Mustaan. (udi/rus/b)

Exit mobile version