Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Hari Terjebak Longsor, Meninggal di RS

GOWA, BKM — Satu lagi warga Gowa meninggal dunia akibat dampak bencana tanah longsor. Sudding Dg Jalling (56) mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Selasa (29/1) pukul 05.00 Wita.
Warga Dusun Tubung, Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya ini menjadi korban setelah tiga hari terjebak longsor. Daerah tempat tinggalnya terisolir karena terkepung material longsoran. Tidak ada akses untuk keluar dari Dusun Tubung.
Pada hari Senin, (28/1), Sudding berhasil dievakuasi dari tempatnya berlindung. Kemudian dibawa ke RS milik Pemkab Gowa di Sungguminasa. Namun Tuhan berkehendak lain. Ia meninggal ketika mendapat perawatan medis.
Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa dr Salahuddin yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan pihaknya sempat merawat korban Sudding. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan penyebab utama meninggalnya almarhum.
”Dia dimasukkan ke UGD tadi malam (Senin malam) dengan laporan sakit nyeri pada bagian lambung, serta rendah gula, dan hipogelikemih (setelah diagnosa medis). Namun, meninggal dunia tadi subuh (Selasa, 29/1),” terang dr Salahuddin.

Kunjungan Menpan-RB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin berkunjung ke Kabupaten Gowa, Selasa siang (29/1). Ia diterima Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Posko Induk Bencana Alam kantor Bupati Gowa.
Kepada Menpan, Adnan menjelaskan detil data korban banjir dan longsor, serta visual aktivitas tim evakuasi bencana alam dalam melakukan proses pencarian korban hilang, evakuasi korban tewas, serta pembersihan akses jalan dan pengiriman logistik ke lokasi.
Dihadapan Bupati Gowa dan Wakapolda Sulselbar Brigjen Pol Adnas, Menpan-RB mengatakan, kunjungannya ini dalam rangka memantau kesigapan aparat menangani bencana.
“Daerah pertama yang terkena dampak bencana adalah Gowa. Saya selaku menteri tentu prihatin. Apalagi Sulsel ini kampung halaman saya. Meskipun saya tidak membidangi secara langsung, tapi di sisi lain tentu ada yang bisa dikomunikasikan kepada saya,” kata Syafruddin usai melihat visual bencana banjir dan longsor.
Menurut Menpan-RB, jembatan rubuh bisa diperbaiki cepat agar akses publik bisa cepat. Meski ini tanggap daruratnya masih tingkat kabupaten, namun kata Syafruddin, tentunya pemerintah provinsi dan pusat tidak bisa lepas tangan. Sebab merecovery kerusakan harus ditangani bersama.
“Karena itu saya akan mendorong recovery. Apalagi terhadap kebutuhan publik, seperti jalanan. Kalau pasar tidak masalah itu butuh proses. Yang perlu adalah perbaikan segera jalan dan jembatan,” jelasnya.
Syafruddin juga berharap tidak ada lagi bencana susulan. “Saya ini datang untuk mengecek bagaimana aparat di sini dalam menangani bencana. Dan Alhamdulillah, saya salut dengan kegesitan aparat di Gowa. Mereka cepat bertindak,” kata Syafruddin.

Bantuan Kemensos

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (PJS) Kementerian Sosial Republik Indonesia Harry Hikmat kembali berkunjung ke Kabupaten Gowa, Senin sore (28/1). Kedatangannya kali ini sebagai tindak lanjut kunjungannya pada Minggu (27/1) saat mendampingi Wapres RI Muh Jusuf Kalla meninjau kondisi lokasi bencana. Harry diterima Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa.
Dalam kesempatan itu diserahkan bantuan kepada Pemkab Gowa. Masing-masing Rp546.908.450 untuk jaminan sosial. Rp390.000.000 santunan duka untuk 26 ahli waris penerima. Rp44.338.450 bantuan logistik, dan Rp112.570.000 untuk bantuan perahu karet.
”Kami berharap bantuan yang diserahkan oleh Kemensos RI dapat membantu meringankan beban korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan mengatakan, saat ini kehadiran pemerintah pusat sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pemerintah kabupaten. ”Yang kami butuhkan saat ini bukan berapa besar jumlahnya bantuan itu. Melainkan hadirnya perhatian pemerintah pusat. Dengan kehadiran Pak Dirjen di sini untuk memberikan santunan kepada korban meninggal, menjadi sebuah tanda bahwa Bapak Dirjen menjalankan filosofi orang Bugis-Makassar. Di mana hadir tidak hanya ketika senang, tapi juka ketika masyarakat mendapatkan musibah,” kata Adnan. (sar/rus)

Exit mobile version