Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Pembobol ATM Lintas Provinsi Diciduk

MAKASSAR, BKM — Tiga pelaku tindak kriminal spesialis pembobol ATM (Anjungan Tunai Mandiri) diciduk tim Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel. Satu dari mereka adalah seorang perempuan.
Selama ini, komplotan ini melakukan aksinya lintas provinsi. Ketiganya adalah Muh Sulfikar (24), Randi bin Hajuddin (26), dan Nining Safitri (25). Warga Jalan Faisal ini diringkus, Minggu malam (27/1) sekitar pukul 19.00 Wita.
Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Masing-masing dua unit gawai merk Samsung. Dua unit gawai merk Oppo. Dua buah dompet berisi kartu ATM, serta identitas pelaku. Ada pula satu unit mobil Honda Mobilio DD 1787 XX.
Pengungkapan kasus ini bermula saat tim Resmob Polda Sulsel menerima dua laporan polisi dari Polres Bantaeng. Masing-masing nomor: LP-B/11/I/2019/Sul0sel/Polres Bantaeng, dan LP-B/12/I/ 2019/Sul-sel/Polres Bantaeng.
Dalam LP disebutkan, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan cara membobol ATM BRI di Jalan Andi Mappiang, Kabupaten Bantaeng. Pelakunya telah teridentifikasi dan tengah berada di Makassar.
Menurut keterangan korban bernama H Aldi bin Busa dalam laporannya, saat itu dirinya hendak melakukan transaksi penarikan di ATM BRI Jalan Mappiang. Namun, saat kartu miliknya ia masukkan, mesin ATM tidak merespon. Tidak lama datanglah pelaku yang terkesan hendak membantu. Korban lalu dituntun untuk melakukan transaksi ulang. Dimasukkanlah nomor pin. Namun tetap saja gagal. Malah kartu ATM korban tertelan.
Korban pun langsung lokasi. Tidak lama ia menerima SMS banking, bahwa telah berlangsung penarikan uang melalui ATM miliknya senilai Rp27 juta dengan cara transfer.
“Setelah Polres Bantaeng berkoordinasi dengan tim Resmob Polda, dilakukan penyelidikan di Makassar. Salah seorang pelaku berhasil teridentifikasi,” ujar Kombes Dicky yang merilis kasus ini di Mapolda Sulsel, Senin (28/1).
Tersangka Sulfikar yang berada di Jalan Faisal berhasil ditangkap. Ia berada di sebuah rumah kos. Selanjutnya digelandang ke Resmob Polda untuk menjalani pemeriksaan.
Dicky mengutip pengakuan tersangka kepda polisi yang memeriksanya. “Tersangka Sulfikar mengaku membobol ATM BRI di Bantaeng. Dia mengaku ditemani dua rekannya. Satu di antaranya perempuan, yakni Nining dan Randi,” terang Dicky lagi.
Perburuan kembali dilakukan oleh tim Resmob. Sulfikar digiring dalam pengembangan kasus. Ia diminta menunjukkan pesembunyian kedua rekannya.
Tidak jauh dari lokasi penangkapan Sulfikar, dan masih di Jalan Faisal, sebuah rumah ditempati Nining bersembunyi. Nining berhasil ditemukan. Namun sempat menolak untuk dibawa polisi. Ia tak bisa berkelit ketika polisi menunjukkan Sulfikar dengan tangan terborgol.
Pengembangan pun dilanjutkan ke Jalan Toa Daeng. Di sini Randi diketahui tengah bersembunyi. Dia pun berhasil dibekuk tanpa perlawanan.
Dalam pemeriksaan intensif, ketiganya mengakui perbuatannya melakukan pembobolan ATM BRI di lima titik lokasi. Yakni di Jalan Hertasning, Makassar, Bantaeng, Kota Palopo, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
”Hasil curian tersangka dibagi untuk kepentingan pribadi masing-masing. Untuk tersangka Sulfikar, ia pernah beraksi bersama rekannya bernama Aswan yang kini masih dalam pengejaran,” jelas Dicky.
Saat beraksi membobol ATM BRI di Balikpapan Desember 2018, tersangka Sulfikar bersama Aswan berhasil menggasak uang tunai senilai Rp7 juta. Di Kabupaten Bantaeng pada bulan Januari 2019, Sulfikar menggasak uang tunai Rp20 juta
Membobol ATM BRI di dekat swalayan Kota Palopo pada Januari 2019. Di lokasi ini Sulfikar bersama Aswar mengambil uang Rp2 juta. Di ATM BRI Jalan Hertasning dekat SPBBU pada Januari 2019, tersangka berhasil menggasak uang tunai Rp3,5 juta
Di Kota Kendari, tepatnya di depan rumah sakit, tersangka Sulfikar bersama Aswar membobol ATM BRI dan membawa uang tunai Rp12 juta. (ish/rus)

Exit mobile version