Site icon Berita Kota Makassar

Danny Akan Bentuk RT/RW Siaga Bencana

MAKASSAR, BKM–Sepekan terjadinya banjir besar yang juga berdampak di Makassar, membuat Pemerintah Kota Makassar tak mau berdiam diri. Berbagai mitigasi pun siap dicanangkan demi mengurangi resiko banjir maupun bencana alam kedepannya.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, jika mitigasi ini berguna nantinya untuk masyarakat berdaya tahan terhadap bencana. Mitigasi ini pun nantianya ia harapkan bisa diketahui oleh seluruh masyarakat.
“Jika kita melakukan mitigasi, bukan berarti bencananya tidak datang, bisa saja bencananya tetap datang, tapi masyarakat bisa siaga. Masyarakatpun jika terjadi bencana bisa langsung membangun dirinya,” jelas Danny sapaan Wali Kota Makassar.
Secara teknis, mitigasi yang dilakukan dengan membentuk RT/RW siaga bencana. RT/RW siaga bencana ini akan ditempatkan di daerah bencana banjir serta dampak potensi angin kencang. Hal ini dikatakan Danny harus diketahui oleh pihak sekolah dan anak-anak didik. Supaya mitigasi ini diketahui masyarakat sejak dini.
Ada beberapa bentuk fisik mitigasi yang akan dicanangkannya. Mulai dari mengawasi pembangunan perumahan, mengusulkan pembuatan kanal terusan, pengerukan sungai Tallo, dan perbaikan dam karet.
Danny nantinya akan lebih mengawasi pembangunan perumahan, terutama Perumahan Nasional (Perumnas). Walaupun Perumnas adalah wewenang pemerintah pusat, namun dikatakannya, pemerintah kota nantinya akan berusaha mengkoordinasi dan melihat tata letaknya, supaya Perumnas kedepan tidak dibangun di tampat air.
Ia juga berharap kepada pemerintah provinsi untuk membangun kanal terusan Sungai Jeneberang ke Sungai Tallo. Tujuannya jika terjadi banjir, supaya limpahan Sungai Jeneberang langsung bertemu Sungai Tallo. Dirinya menganggap jangan ada perhambatan di situ, yang bisa membuat penumpukan air sehingga air meluber keluar dan terjadi banjir.
“Nah ini juga penting, sebaiknya muara Sungai Tallo mohon dikeruk, dan dam karet di Jeneberang mohon diperbaiki. Saya rasa kalau ini semua baik, kita bisa mengatasi banjir. Semua itu tentu otoritas pusat dan provinsi,” tutup Danny.(nug/war/c)

Exit mobile version