Site icon Berita Kota Makassar

Danny Tegaskan tak Ada Lagi Izin Gudang

MAKASSAR, BKM–Keberadaan gudang dalam kota memang kerap meresahkan masyarakat. Sudah sejak lama permasalahan ini tak kunjung usai.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto pun berjanji akan menindaki beberapa gudang yang berada dalam kota.
Bahkan kata Danny sapaannya akrabnya, dirinya bersama Dinas Perdagangan sudah sempat membahas hal ini bersama para pemilik gudang.
Ia pun mengaku para pemilik gudang sudah mulai resah dengan rencana penindakan yang akan dilakukan Pemerintah Kota Makassar.
Bahkan para pemilik gudang ini memohon untuk diberikan privilege selama dua tahun yang akan datang. Namun Danny menegaskan, hal itu tak akan diberikannya dan akan segera ditindaki.
“Sekarang mereka sudah mulai gelisah. Baru mau minta privilege, tolong dua tahun yang akan datang katanya. Pokoknya tidak ada ampun. Sudah dikasih kesempatan empat tahun kemarin,” kata Danny.
Penindakan ini pun rencananya akan ia lakukan setelah Rakorsus selesai dilaksanakan. Setelah Rakorsus, Danny beserta jajarannya akan segera turun membenahi gudang-gudang ini.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar menilai penertiban aktivitas gudang dalam kota yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui tim terpadu belum memuaskan. Hingga sampai saat ini, aktivitas gudang dalam kota masih tetap banyak yang ditemukan beroperasi secara bebas.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Irwan ST menegaskan, penindakan gudang dalam kota dari pemerintah kota cenderung tebang pilih. Pasalnya, masih banyak gudang besar dalam kota yang belum tersentuh dan ditindaki untuk segera berpindah masuk di Kawasan Pergudangan Kima.
“Gudang dalam kota persoalan lama, dari jaman batu. Ini sebenarnya sederhana saja, hanya butuh ketegasan dari pemerintah kota. Karena aktivitas gudang di dalam kota bukan barang tertutup. Aktivitasnya umum terlihat dan dampaknya juga sangat dirasakan oleh masyarakat. Jadi harus perlu ketegasan,” kata Irwan, Rabu (30/1).
Sampai sekarang ini Irwan menambahkan, masih banyak terima laporan dari maayarakat yang mengeluhkan tentang ada gudang beroperasi dalam kota. Dampak buruk dirasakan masyarakat khususnya adalah kemacetan karena adanya bongkar muat.
“Saya melihat ada kesan pilih kasih. Kalau memang sikap tegas, harus dong semua gudang dibongkar atau ditutup lalu dipindahkan beroperasi di kawasan pergudangan. Ini tidak, ada jalan yang sudah ditertibkan dan tidak lagi beroperasi, tapi ada juga yang masih dibebasian. Intinya saya mau harus tegas, kasihan masyarakat,” tambahnya. (nug-arf/b)

Exit mobile version