MAKASSAR, BKM –Dua Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Makassar semakin masif bergerak menjaring suara suara pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) dua meliputi Kecamatan Tallo, Bontoala, Ujung Tanah dan Wajo. Dua petahana yang kembali maju di parlemen Kota Makassar yaitu Abdul Wahab Tahir dari Partai Golkar dan Sampara Sarif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
REPORTER: ARIF AL QADRI
EDITOR: HAMZAH SAMAL
Pada kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, masing-masing petahana begitu memanfaatkan momentum serta sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, demi dapat kembali terpilih dan lolos menduduki kursi legislator. Ini pula menjadi ajang bagi keduanya menguji kekuatan di Dapil mereka.
Bagi Wahab Tahir, Pileg tahun ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Pileg sebelumnya. Sehingga tidak ada strategi khusus dijalankan untuk menjaring suara pemilih. Cukup dengan aktif meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. Jika di Pileg 2014 lalu, legislator Golkar Kota Makassar mampu memperoleh suara sebanyak 4 ribu suara, maka pileg tahun ini minimal dapat memperoleh suara paling minimal 8 ribu suara. Optimisme perolehan suara-suara ini dengan ukuran basis kekuatan yang telah lama ada terbentuk.
“Pileg 2014, perolehan suara sebanyak empat ribu. Tahun ini target suara pastinya sebanyak-banyaknya. Minimal delapan ribu,” tegasnya. Selain mengandalkan suara dari kelompok milenial serta emak-emak, suara besar yang diandalkan dari keluarga. Alasannya dapil dua yang digarapnya ini adalah tempat atau wilayah mayoritas keluarganya.
“Semua kelurahan berpotensi. Strateginya tidak ada yang khusus, paling besar suara saya harapkan ada di keluarga. Jadi itulah yang saya dekati,” tegasnya. Adapun petahana caleg DPRD Makassar Sampara Sarif mengaku tidak memiliki modal yang banyak untuk maju kembali memperebutkan kursi legislator. Dorongan dari masyarakat menjadi modal dan semangat untuk kembali maju.
“Saya maju sama sekali tidak membentuk posko untuk pendukung saya. Tidak sama dengan caleg-caleg lain. Karena saya maju di pileg 2019 murni dorongan dari masyarakat yang meminta saya,” tukasnya. Di Pileg 2019 ini, Ketua Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar itu, optimis mampu memperoleh suara sebanyak 6 ribu. Kelompok suara pemilih nelayan pesisir menjadi basis suaranya sesuai latar belakangnya sebagai warga pesisir pulau.
“Jangankan memberikan uang kepada masyarakat, janji sekalipun saya sulit berikan. Karena mereka sudah tahu apa yang telah saya lakukan saat menjadi wakil mereka. Dan masyarakat juga jernih melihat kalau banyak caleg turun ketika jelang pileg. Kalaupun caleg-caleg berikan janji kepada masyarakat untuk suara, saya tidak. Karena apa yang djjanjikan caleg itu sudah saya lakukan dan buktikan,” tambahnya. (arf/cha/b)
