Site icon Berita Kota Makassar

Perjodohan Bermahar Rp25 Juta dan Kebun Cengkeh

PERNIKAHAN beda usia yang terpaut cukup jauh kembali berlangsung. Yang laki-lakinya telah berumur 60 tahun. Sementara wanitanya 19 tahun. Keduanya warga Kabupaten Sinjai.

SANG pria bernama Saing. Berasal dari Desa Gantareng, Kecamatan Sinjai Tengah. Perempuan Tika beralamat di Coddong, Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong.
Foto pernikahan kedua mempelai beredar viral di media sosial Rabu (30/1). Pada hari itu, mereka melangsungkan prosesi.
Seorang kerabat Tika bernama Ahmad, membenarkan pernikahan tersebut. Menurutnya, Tika sudah dua kali menjanda. Untuk menikah yang ketiga kalinya, Tika dan Saing dijodohkan oleh keluarga.
“(Tika) bukan anak di bawah umur. Dia sudah dua kali menjanda. Saat ini sudah berumur 19 tahun menjelang 20 tahun. Sudah punya satu anak laki-laki dari suami pertamanya. Pendidikan terakhir Tika hanya SD,” tutur Ahmad, Kamis (31/1).
Ahmad menerangkan, berdasarkan kesepakatan bersama keluarga, Tika dinikahkan dengan Saing tujuannya agar ada yang bisa menghidupinya. Karena orang tua Tika sudah tua.
“Uang panaik (mahar) sebesar Rp25 juta. Ditambah kebun cengkeh. Menikah atas pilihan keluarga, supaya ada yangmenghidupinya dan tak lagi menjanda,” terang Ahmad lagi.
Asih, kerabat lainnya mengaku baru mengetahui jika Tika hendak menikah kala Saing datang melamar. Dia menambahkan, Saing merupakan tetangga rumah Tika. Tika tinggal bersama tantenya di Desa Bontokatute sejak masih kecil. Sementara ibunya berada di Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Saya sudah tanya ke tantenya, apa sudah tahu Saing mau melamar Tika? Tante bilang sudah tahu. Yah, mungkin dijodohkan. Karena saya tidak bicara langsung sama Tika,” ungkapnya.
Dia mengatakan, selama proses pernikahan yang berlangsung Rabu (30/1), Tika lebih banyak diam. Meski begitu, ia tetap menyalami satu per satu tamu yang hadir.
“Dia tetap menikah dan tenang-tenang saja di atas (pelaminan). Tidak juga menangis,” kuncinya. (din/rus/c)

Exit mobile version