Site icon Berita Kota Makassar

Stres, Parangi Sahabat Hingga Tewas

SOPPENG, BKM — Rabu sore (30/1) di Kampung Lawara, Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Warga setempat digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang cukup sadis.
Korbannya seorang lelaki bernama Baharu. Berusia 50 tahun. Sementara pelaku diketahui berinisial RM. Keduanya warga Lawara. Bahkan selama ini dikenal bersahabat dan sering jalan bareng.
Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto yang dikonfirmasi, kemarin belum bisa memberikan keterangan resmi atas kejadian ini. Alasannya, pihaknya belum menggali keterangan dari pelaku karena masih syok.
BKM mencoba mencari informasi dari Sakmawati selaku Kepala Desa Rompegading. Sebab lokasi kejadian terletak tidak jauh dari kediamannya.
Hanya saja, Sakmawati mengakui tidak bisa memberikan penjelesan detail tentang peristiwa berdarah tersebut. Sebab pada saat kejadian berlangsung, dirinya tidak melihatnya secara langsung.
Namun, ada beberapa informasi diperolehnya dari warga yang kemungkinannya relevan dengan kejadian. Hal itu pula yang membuat lelaki RM menjadi gelap mata dan membacok sahabatnya sendiri dengan parang panjang hingga tewas.
Saat kejadian, korban berada di rumah pelaku. Tiba-tiba saja pelaku mengambil parang lalu menyerang korban.
Baharu mencoba menyelamatkan diri dengan cara berlari keluar pekarangan rumah. Namun RM tetap mengejarnya.
Nahas bagi korban. Karena baru beberapa meter keluar dari pekarangan ia terjatuh. Seketika itu pula pelaku memerangi korban berkali-kali. Sejumlah luka akibat sabetan parang membuatnya meregang nyawa di lokasi kejadian.
”Antara pelaku dan korban sering sama-sama bekerja pada musim panen. Korban biasanya membawa mobil truk, sementara pelaku kadang jadi buruh. Artinya, banyak hal dalam pekerjaan sering bersama,” ujar Sakmawati.
Dugaan sementara, korban datang menemui pelaku saat ia sedang stres. Sehingga menjadi sasaran pelampiasan.
Sebelumnya, ada pihak yang menjanjikan kepada pelaku untuk mempekerjakan anaknya di Morowali, Sulawesi Tengah. RM pun telah mengeluarkan biaya yang menjadi kesepakatan.
Namun, pekerjaan yang dijanjikan untuk anaknya tak kunjung ada. Hal itulah yang membuat stres pelaku akhir-akhir ini.
”Kemungkinan kaitannya dengan korban, karena dia yang membonceng pelaku untuk menemui orang yang menjanjikan pekerjaan untuk anaknya,” ujar Sakmawati.
Namun, lanjut Sakmawati, pihak kepolisian yang berhak meminta keterangan dari pelaku secara resmi.
Pelaku RM dan barang bukti sebilah parang sudah diamankan penyidik Polres Soppeng. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus ini. (fir/rus/c)

Exit mobile version