Site icon Berita Kota Makassar

Antisipasi DBD, Danny Fogging di Mariso

MAKASSAR, BKM–Demam Berdarah Dengue (DBD) akhir-akhir ini kembali menjangkiti masyarakat. Tidak hanya di Kota Makassar, melainkan juga di beberapa wilayah lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menanggulangi mewabahnya penyakit ini dengan melakukan fogging dan pemberian bubuk abate.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, jika antisipasi DBD ini sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan Makassar saja, tetapi seluruh warga Kota Makassar harus ikut terlibat langsung. Salah satu upaya yang bisa dilakukan warga untuk mengatasi DBD tersebut, dengan memberantas sarang nyamuk menggunakan bubuk abate.
Danny sapaannya mengatakan, Pemerintah Kota Makassar tak bisa menjangkau seluruh wilayah untuk melakukan fogging. Apalagi, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Olehnya, warga bisa mendapatkan bubuk abate secara gratis di Puskesmas terdekat yang ada di wilayah masing-masing.
“Saya minta seluruh masyarakat jika melihat genangan-genangan air baik di rumah maupun lingkungan sekitar agar menaburkan bubuk abate yang telah disiapkan pada setiap Puskesmas,” kata Danny.
Danny juga mengutarakan, selain hal tersebut Pemerintah Kota Makassar pekan ini menggalakkan fongging di 15 kecamatan, seperti Fongging yang telah dilakukan di Kecamatan Mariso, Senin (4/2). Dimana dirinya langsung memimpin proses fogging di Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso.
Hal ini merupakan langkah awal dari Pemkot Makassar untuk menekan perkembangbiakan jentik nyamuk di setiap sudut kota Makassar. Meskipun, Kota Makassar belum memasuki zona Kejadian Luar Biasa (KLB) pada korban DBD.
“Seluruh wilayah rawan DBD sudah harus terfogging dalam minggu ini. Termasuk bibit abate. Kalau ada orang yang kena terindikasi DBD segera melapor. Kita lakukan fogging lagi,” ujar Danny.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap genangan air. Sebab, jentik nyamuk Aedes Aegypti lebih senang berkembang biak di air jernih.
“Nyamuk Aedes Aegypti itu nyamuk ‘elit’, tidak suka di wilayah kumuh karena berkembangnya di air bersih bukan di air kotor. Dimana ada genangan air maka bisa berkembang biak,” ungkap Naisyah.(nug/war/c)

Exit mobile version