GOWA, BKM — Pascabencana banjir dan longsor menimpa sebagian wilayah Kabupaten Gowa, salah satu terdampak bencana adalah sejumlah sarana sekolah. Sejak longsor terjadi Selasa lalu (22/1), ada 12 sekolah terdampak masing-masing dua sekolah terdampak longsor dan 10 sekolah karena terendam banjir.
Karenanya, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi dinas pendidikan (Disdik). Selain melakukan pemulihan trauma kepada anak-anak korban bencana. Termasuk memikirkan aktivitas belajar mereka dan kebutuhan para anak yang kini kehilangan pakaian, buku-buku, tempat belajar, ijazah-ijazah hingga kehilangan rasa percaya diri.
Untuk kegiatan pemulihan trauma anak, Disdik telah menggencarkan trauma healing (pemulihan trauma) itu dengan memberikan kegiatan positif agar anak-anak tidak lagi memikirkan kondisi terburuk banjir dan longsor yang dialami sepekan lalu.
Kadis Pendidikan Gowa, Salam kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat sore (1/2), mengatakan, sejak terjadinya bencana musibah banjir dan longsor di Gowa, langkah penanganan yang ditempuhnya pertama adalah pendirian Posko-posko pengungsian di daerah terdampak bencana.
Ada 12 unit sekolah terdampak bencana. Yang terdampak longsor yakni SDI Parangberu di Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, dan SDI Pattiro di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju.
Sedangkan 10 unit sekolah lainnya adalah terdampak banjir dan mengalami kerusakan sedang dan ringan, di Kecamatan Somba Opu yakni SDI Mangasa l, SDI Mangasa, dan SD Paccinongang Unggulan, SDI Taeng-taeng, serta SMPN 3 dan SMPN 4 Sungguminasa.
Di Kecamatan Pattallassang meliputi SDI Sailong dan untuk Kecamatan Pallangga yakni SDI Kampung Parang dan SDI Ana Gowa. Kecamatan Tombolopao yakni SDI Sangkarana dan SDI Balasuka dan SDI Kaluarrang di Kecamatan Bontonompo. (sar/mir)
Disdik Gowa Lakukan Pemulihan Trauma Anak Sekolah
