MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar bersama Kejakasaan Negeri Makassar terus mengedepankan tranparansi dalam pengawasan seluruh proyek di Lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Hal tersebut menjadi pokok pembahasan pada rapat koordinasi terkait pelaksanaan Smart Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Makassar di Hotel Claro, Senin (4/2).
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menilai, Aplikasi Smart TP4D merupakan inovasi terbarukan dan pertama di Indonesia. Dimana melalui aplikasi tersebut pihak kejaksaan bisa mengawal tiap proses pembangunan.
Pengawasan tersebut tidak hanya proyek yang terbilang biasa saja bahkan proyek high risk yang akan dilaksanakan SKPD di Lingkup Pemkot Makassar masuk dalam sistem tersebut.
Danny sapaan karibnya mengatakan, aplikasi Smart TP4D merupakan langkah dalam mewujudkan transparansi. Menurut Danny, hanya tranparansi yang mampu menyelamatkan suatu pemerintahan, dengan catatan seluruh pengawas setiap proyek harus orang berintegritas.
“Sehingga termonitor, dan notifikasinya bunyi kalau ada proyek yang tidak jelas,” ucap Danny.
Danny pun meminta Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa untuk segera menyiapkan segera line up proyek agar segera di list ke Smart TP4D. Selain itu, Pemkot juga memiliki Lembaga Pemantau Independen (LPI) yang turut mengawasi proyek.
“Semua line up proyek segera dibuat agar kita langsung masukkan ke Smart TP4D. Laporan harian dan laporan mingguan harus menjadi bahan report kita,” katanya.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Dicky Rahmat Raharjo mengapresiasi atas respon cepat Pemerintah Kota Makassar melalui sistem tersebut, walaupun Aplikasi Smart TP4D ini masih dalam tahap persiapan.
Dicky juga meminta Danny Pomanto agar segara membuatkan Peraturan Walikota (Perwali) yang berkaitan dengan penerapan sistem Smart TP4D.
“Dengan kondisi ini kami bisa memberikan pelayanan ke Pemkot dan memonitoring proyek secara real rime sesuai dengan progresnya. Jadi nanti harus ada Perwali dari aplikasi ini karena kontennya benar-benar smart. Smart ini alat untuk membangun akuntabilitas dan transparansi,” ungkap Dikcy.
Senada dengan itu, Kepala Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makasaar, Fuad Azis menuturkan jika Smart TP4D merupakan gagasan dan inovasi dari Kejakasaan Negeri Makassar (Kajari). Aplikasi Smart TP4D ini pun dikatakan Fuad sudah bisa gunakan, tapi disisi lain juga masih ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilakukan.
“Smart TP4D aplikasi yang sudah diekspos di depan wali kota dan saya pikir sangat membantu didalam proses pra konstruksi, maupun pasca instruksi dan kita rapat koordinasi sebelum dilaulching aplikasi. Nanti selesai di launching baru bisa digunakan secara keseluruhan,” tutup Fuad.(nug/war/c)
Kejari Awasi Pelaksanaan Proyek di Pemkot
