MAKASSAR, BKM — Peristiwa tragis yang merenggut nyawa Aldama Putra, taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar menuai banyak keprihatinan. Salah satunya dari Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Adi Suryadi Culla.
Dihubungi kemarin, ia sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi berlangsung di lembaga pendidikan yang seharusnya jadi panutan atau patron perilaku bagi masyarakat.
Peristiwa itu, kata dia, sekaligus jadi peringatan bahwa ada masalah yang belum tuntas. Khususnya dari segi kependidikan karakter di perguruan tinggi yang harus dibenahi ke depan.
Menurutnya, kejadian tersebut sebenarnya ada kaitan dengan perilaku yang muncul di kalangan mahasiswa, yang tidak bisa dipisahkan dengan sistem yang terbangun dalam perguruan tinggi atau lembaga pendidikan.
Bisa dianggap juga menjadi potret kegagalan bagi lembaga pendidikan untuk membentuk karakter yang beradab. Jadi, pola pendidikan itu seharusnya tidak hanya menyentuh aspek kognitif saja. Tapi juga perlu melihat aspek afektif. Karena aspek ini terkait dengan nilai-nilai moral, etika, serta norma yang berlaku.
Kejadian itu menunjukkan bahwa ada kegagalan dalam sistem pendidikan. Ini menjadi preseden buruk yang harus menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi untuk membenahi secara makro sistem pendidikan. Yang harus menjadi pondasi utama adalah kurikulum dengan implementasinya yang terkait dengan upaya untuk membangun karakter siswa maupun mahasiswa.
“Jadi yang harus dibenahi adalah pondasi dari sistem pendidikan kita sendiri,” ujarnya, kemarin.
Proses belajar mengajar bertujuan bukan hanya untuk mencerdaskan dan menyerap ilmu. Namun juga membentuk karakter.
Selain itu, lanjut dia, ke depan yang juga harus dibenahi, khususnya yang terkait dengan pola penerimaan mahasiswa baru. Ada yang salah selama ini. Justru pada instansi yang paling otoritatif, seharusnya berada di bawah kontrol yang ketat.
Meskipun secara konvensional selama ini memang ada keterlibatan lembaga mahasiswa atau senior di dalam penyambutan mahasiswa baru. Namun kewenangan utama dan yang bertanggung jawab secara kelembagaan adalah pihak kampus yang bersangkutan. Instrumen kelembagaan pada penerimaan mahasiswa baru.
Peristiwa seperti yang dialami Aldama sebenarnya bukan kali ini saja. Di beberapa perguruan tinggi lain juga masih berlangsung. Dan kemungkinan masih akan muncul kasus serupa jika tidak segera dibenahi sistemnya.
Esensi dari penerimaan mahasiswa baru itu sebenarnya orientasi untuk pengenalan kampus. Menyosialisasikan kepada mahasiswa. Tidak hanya kampus secara fisik, namun juga civitas akademika dan kurikulum juga diperkenalkan.
”Tapi sayang itu terlepas dan menyimpang karena yang terjadi kemudian adalah brutalisme. Bahkan mungkin bisa menjadi vandalisme. Buktinya ada korban. Jadi ada perilaku yang brutal,” tandasnya.
Prihatin dan Kecewa
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe menyampaikan prihatin sekaligus pernyataan kecewa. “Pertama, kita prihatin karena kejadian seperti itu terus berulang.Kedua, saya turut berduka atas wafatnya yang bersangkutan. Mungkin anak itu menjadi harapan besar keluarganya,” ujar Ulla, panggilan Ni’matullah Erbe, kemarin.
Yang terakhir, Ulla yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini mengaku masalah tersebut sangat ironis. “Karena kampus-kampus kan sudah dilarang bikin posma atau opspek. Tapi apa yang ditakutkan oleh banyak pihak dalam pelaksanaan opspek, justru terjadi beberapa kali di institusi kedinasan. Bahkan lebih parah dari pada kejadian di opspek” cetus Ulla, Rabu (6/2).
Legislator PKS Sulsel Ariady Arsal juga menyesalkan kejadian tersebut. “Hal ini sangat kita sesalkan. Kasus yang sudah berulang dan lama tidak terjadi, kok bisa muncul lagi. Pemerintah perlu turun tangan secara aktif memantau proses pendidikan yang berjalan,” kata Ariady.
Menurutnya, taruna yang telah ditetapkan sebagai tersangka perlu segera diproses hukum cepat dan diberikan hukuman yang setimpal. “Mudah mudahan jangan lagi terjadi. Apalagi ini sudah akan memasuki akhir tahun ajaran, dan akan dimulai kembali tahun ajaran baru,” imbuhnya. (rhm-arf/rus)
