Site icon Berita Kota Makassar

Awan CB Masih Intens, Waspadai Sambaran Petir

MAKASSAR, BKM — Cukup intensnya pertumbuhan awan comulunimbus (CB) di wilayah Sulawesi Selatan, membuat Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dengan petir. Apalagi kasus sambaran petir pernah terjadi di daerah ini.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Siswanto mengatakan, jika diperkirakan curah hujan baru akan menurun intrnsitasnya pada Maret mendatang. Sedangkan musim kemarau baru akan terjadi April.
“Kita prediksi curah hujan akan menurun intensitasnya Maret, terutama untuk wilayah Makassar. Februari ini masih cukup tinggi di pesisir barat Sulsel, seperti di Pinrang, Parepare, sampai Makassar,” kata Siswanto, kemarin.
Namun, dalam tujuh hari k edepan, diprediksi Makassar tidak memiliki potensi hujan lebat. Hanya saja, ditambahkan Siswanto, perubahan dinamika atmosfer sewaktu-waktu bisa saja berlangsung. Hal itu terjadi ketika dipengaruhi oleh faktor global atau regional wilayah.
Jadi artinya, walaupun tidak terlihat adanya potensi hujan lebat, namun kemungkinan intensitas curah hujan tinggi bisa saja terjadi.
“Contoh pengaruh regional misalnya, terjadi daerah tekanan rendah yang cukup dekat dengan wilayah sulsel, misalnya di Laut Timur. Nah, ini sebenarnya yang bisa memicu curah hujan kita cukup tinggi,” tambah Siswanto.
Kemungkinan intensitas curah hujan yang cukup tinggi ini terjadi, membuat potensi terjadinya petir masih cukup tinggi pula, terutama di Kabupaten Gowa. Karena saat ini pertumbuhan awan CB masih cukup intens terjadi.
Selain petir, potensi banjir di Makassar dan sekitarnya juga kemungkinan bisa terjadi, namun dalam tingkat menengah. Yang berpotensi banjir cukup tinggi justru bisa terjadi di wilayah Belopa, Masamba, dan Palopo. Karena itu diwaspadai justru di wilayah utara Sulsel yang akan berpotensi curah hujan tinggi.
“Sekarang diwaspadai curah hujan cukup tinggi malah di utara. Seperti di Toraja, Toraja Utara, Belopa, Palopo, Masamba, Malili. Nah, Belopa, Masamba, dan Palopo bisa berpotensi banjir. Bahkan kita juga sudah mengeluarkan peringatan dini,” jelas Siswanto. (nug/rus)

Exit mobile version