PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2570 tahun 2019 ini juga dipercaya membawah keberkahan bagi setiap warga Tionghoa. Tidak hanya masyarakatnya saja tapi pelaku bisnis kue seperti owner Sekarbunga Cake, Inka Anggia juga turut merasakannya.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Menurutnya penjualan kue dua tahun belakangan ini mulai diminati ketimbang pernak pernik imlek. Apalagi menurut, Inka kondisi melemahnya daya beli masyarakat ini sudah dirasakannya sejak dua tahun terakhir, dan warga hanya membeli barang kebutuhan yang penting hanya untuk ibadah.
Inka ini juga dikenal sebagai pengusaha kue unik sebab dirinya kadang membuat macam kue dengan ukuran paling kecil hingga berdiameter dua meter. Tidak jarang juga bentuk kuenya disesuaikan permintaan konsumennya, seperti kue bentuk rumah, lapangan sepak bola, karikatur film kartur dan lainnya.
“Iya saya pernah buat kue itu besarnya hampir 2 meter-3 meter, itu hari saya buat kue model rumah dan lapangan sepak bola. Tapi permintaan di tahun-tahun belakangan ini mulai turun tidak tahu kenapa?. Berbeda dengan kue untuk imlek yang memang perlengkapan alat sembahyang, sehingga permintaannya besar,” ucapnya.
Beralihnya Inka dari seorang chef menjadi pengusaha kue Sekarbunga tidak membuatnya pantang semangat. Bahkan ia bertekad lebih mengembangkan bisnis usahanya itu jauh lebih dikenal masyarakat. Terlebih ia mengantongi persetujuan suami dan anaknya untuk lebih menjadi pengusaha kue sekaligus ibu rumah tangga.
“Keseharian saya jalani sebagai istri dan ibu yang baik, setelah selesai baru membuka usaha dan kegiatan lain. Apalagi, keluarga mendukung kegiatan saya selama tidak meninggalkan tanggung jawab saya sebagai ibu. Tinggal cari lokasi yang tepat untuk membuka toko,” jelasnya.
Ditanya mengenai omset, istri dari Andrianto ini mengaku sudah mencapai jutaan, namun untuk nominalnya dirinya masih enggan membeberkan. “Omset sudah tentu ada, makanya mau baru lagi. Cuman nominalnya adalah itu, bisa menghidupi keluarga dan kehidupan sehari-hari itu sudah berkah bagi saya dan keluarga,” katanya.
Dulunya, Inka menghabiskan modal sebesar Rp35 jutaan rupiah untuk membangun bisnis Sekarbunga Cake. Dimana modal itu, hasil jerih payahnya yang ia kumpulkan sewaktu masih bekerja di tempat yang lama. Ia menyisipkan setiap persennya untuk bangun usahanya itu.
“Setiap bisnis itu pasti ada pasang surutnya, kadang males atau apalah. Tapi ketika bisnis kita itu kita jadikan hobby pasti jalananinya lebih enak dan tanpa beban. Jujur awalnya itu saya keluarkan semua tabungan saya untuk bangun bisnis ini, ada mungkin Rp35 jutaan hanya untuk bisnis ini, tapi yah begitu kita memang harus siap kerja keras,” jelasnya.
Harapan kedepan Inka bisa lebih banyak memiliki kreasi lagi dan menambah cabang kue lainnya di kota makassar dan kota lainnya. “Apa yah, paling itu saya mau nambah toko dan lebih menambah kreativitas dan lebih produktif lagi,” tutupnya.
Lanjut Inka, anak ketiga dari lima bersaudara ini, mulai merintis usaha kue imlek ini baru di tahun 2017, pada saat itu banyak pesanan dari tantenya yang juga keturunan warga Tionghoa untuk dibuatkan kue untuk acara imlek. Namun, Inka belum menjualnya seperti saat ini, sebab basicnya hanya menjual kue tart saja untuk perayaan ulang tahun.
“Dulu tante dan oma-omaku itu liat saya bisa bikin kue, mereka itu pada suruh buat kue untuk mereka bawah sembayang di klenteng, waktu tahun 2015 kalau tidak salah. Nah disitukan banyak coba juga dan mereka rasa enak, baru di tahun 2017 saya buka pesanan kue imlek. Karena pada dasarnya saya ini sebenarnya pebisnis kue cake tart saja,” jelasnya.
Penjualan kue dan perlengkapan alat sembahyang mulai banyak dicari warga Tionghoa untuk menyambut datangnya Imlek, sedangkan pernak pernik sejauh ini masih sepi. Tidak tanggung-tanggung, Inka mengaku dirinya membuat kue imlek itu hanya dibantu teman dan dirinya sendiri,untuk membuat kue , dalam sehari ia bisa membuat 5-6 kilo kue dengan bermacam rasa dan bentuk.
“Saya cuma berdua buatnya, dan sudah biasa. Saya tertarik didunia kue itu tahun 2013, karena memang basic saya dulu memang di perhotelan, dan beberapa hotel saya tempati itu, saya di bagian asistant chef, yang banyak ditugaskan membuat makanan dan salah satunya kue. Sejak itu, saya mau membuat bisnis makanan sendiri,” bebernya.
Maka tidak heran bekal dirinya jago membuat kue yang enak, kini omset yang didapatkan Inka lumayan besar. Jika seharinya Inka mampu menjual 50 pcs lebih kue tart imlek seharga Rp158.000 ribu per pcs dan kue salju, kue keranjang lainnya ia jual mulai harga Rp16.000- Rp80.000.
“Kalau imlek begini, kan banyak pesanan biasanya saya biasanya panggil cici (kakak) sama adek untuk bantu-bantu,” ucapnya. (ita)
