Site icon Berita Kota Makassar

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, PT Vale Gelar Simposium Keberlanjutan

MAKASSAR, BKM — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menggagas Simposium bertajuk ‘Keberlanjutan: Investasi Masa Depan’ di Hotel Claro and Convention Centre Makassar, Rabu (6/2/2019). Simposium sehari tersebut menghadirkan panelis yang merupakan praktisi dibidang keberlanjutan. Sekitar 200 tamu undangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akademisi, korporasl, LSM, dan para jurnalis, tampak begitu antusias menyimak pemaparan dari lima panelis yang tampil dalam simposium tersebut.
Melalui simposium ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan wawasan seputar isu keberlanjutan, saling bertukar pikiran, serta mendalami praktik-praktik terbaik dalam sustainability.
Panelis dalam Simposium Keberlanjutan tersebut, masing-masing anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr Ir Tumiran, MEng, Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Ir Noer Adi Wardojo MSc, Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable DeveIopment (IBCSD), Budi Santosa, Corporate Sustainability Advisor, Jalal, dan Deputi CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy.
Menurut UN Brundtland Commission, pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan generasi masa kini, tanpa mengorbankan kemampuan generasl mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka’ (Meeting the needs of the present generation without compromising the ability of future generations to meet their own needs). Keputusan-keputusan yang diambil hari ini, perlu memperhitungkan kepentingan masa depan.
”Bagi PT Vale, kami percaya bahwa triple bottom line: peopIe-planet-profit adalah mata rantai yang mustahil diputus. Ada prinsip mendasar di balik triple bottom line. Ketika perusahaan mengukur dampak dan punya manajemen pengelolaan dampak lingkungan, ekonoml, dan sosial, maka kami akan memiliki organisasi yang bertanggung jawab secara lingkungan, secara ekonomi, dan secara sosial,” kata CEO PT Vale, Nico Kanter, saat memberikan sambutan.
Selama 50 tahun beroperasi di Indonesia, PT Vale mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui praktik-praktik penambangan yang baik (good mining practices). ”Di PT Vale, berinvestasi pada keberlanjutan bukanlah sebuah nilai tambah, melainkan sebuah keharusan. Hal itu sesuai dengan misi perusahaan, yaitu mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan,” kata Nico Kanter.
Sebelum memasuki sesi tanya-jawab, panelis membawakan materi yang mengupas isu keberlanjutan dari beragam perspektif, mulai dari Pentingnya Keberlanjutan dan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, Keberlanjutan dalam Praktik Energi Terbarukan, Keberlanjutan dalam Praktik Pengembangan Sosial, serta Keberlanjutan dalam Bisnis Pertambangan.
”Sustainability bukanlah isu yang mengawang-awang. Semua pihak, semua orang, harus melakukan aksi untuk mendukung inisiatif keberlanjutan,” kata Noer Adi Wardojo.
Di sektor energi, hadir Tumiran, M.Eng, mengatakan, porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada bauran energi masih di bawah target yang ditetapkan. Untuk berkontribusi pada porsi energi terbarukan, diperlukan pemahaman. Untuk itu, edukasi diperlukan ke seluruh lapisan masyarakat.
Sementara Jalal menambahkan, dari sisi pemberdayaan masyarakat, uiuan bisnis adalah kemakmuran bersama dan keberlanjutan. Bukan mengejar profit semata. (amir)

Exit mobile version