Site icon Berita Kota Makassar

Konsolidasi Dam Amblas, Tiga SP Rusak

GOWA, BKM — Beberapa hari pascabencana melanda wilayah Kabupaten Gowa, kerusakan dialami sejumlah fasilitas,. Salah satunya Jembatan konsolidasi dam (KD) yang mengalami amblas. Tiga sandpocket juga rusak.
Jembatan KD yang amblas terletak di Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju. Akses ini merupakan jalan alternatif yang membelah sungai Je’neberang. Menghubungkan antara Desa Tamalatea dengan Kecamatan Parangloe. Amblas terjadi di jalan aspal ujung konsolidasi dam.
Peristiwa amblasnya jalan jembatan KD Tamalatea ini, terjadi Selasa sore (5/2) di saat hujan deras mengguyur wilayah hulu, Jalan jembatan KD sebelumnya terkikis lalu amblas ke bawah akibat tak kuat menahan derasnya arus sungai.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan langsung merespons hal ini. Ia
mengimbau masyarakat yang setiap hari menjadikan jalur KD Tamalatea sebagai akses ke Manuju maupun Parangloe, agar senantiasa berhati-hati.
“KD Tamalatea ini tergerus arus sungai sehingga amblas. Derasnya arus sungai disebabkan curah hujan di bagian hulu yang cukup tinggi,” terang Adnan, kemarin.
Imbauan bupati Gowa ini disebarkan langsung melalui Instagram miliknya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem saat ini.
Terkait hal itu, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menegaskan, ia sudah memerintahkan kepada kapolsek Manuju dan kapospol Parigi untuk bekerja sama menggerakkan alat berat ke lokasi KD Tamalatea. Tujuannya untuk menambal jalan yang terkikis dengan material batu dan pasir. Agar lubang menganga di sisi jalan KD itu tertutupi sementara, sehingga tidak ada pengguna jalan yang menjadi korban.
“Saya sudah perintahkan kapolsek Manuju dan kapospol Parigi untuk segera melakukan penanganan sementara. Menutup lubang besar di jalan KD itu dengan batu dan pasir, agar tidak ada pengguna jalan yang terperosok saat melintas,” ujar AKBP Shinto Silitonga, kemarin.
Jalan tersebut, menurut dia, tetap harus bisa dilintasi. Tidak boleh ditutup. Sebab jika dilakukan penutupan, maka akses ke Kecamatan Bungaya akan terganggu. Karena akses lain ke Bungaya, hingga saat ini belum normal. Masih dalam proses pembersihan dari material longsor.
”Kami tetap mengimbau kepada masyarakat pengguna jalur KD Tamalatea agar tetap waspada dan berhati-hati jika melintas. Apalagi di malam hari. Sambil memonitor perkembangan cuaca di wilayah hulu,” jelas kapolres.
Dihubungi terpisah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je’neberang Teuku Iskandar, membenarkan adanya kerusakan bagian KD di Tamalatea.
“Beberapa waktu yang lalu juga ada kerusakan bangunan pengendalian sedimen berupa tiga unit sandpocket (SP) yang rusak. Kemarin juga ada kerusakan satu unit KD di Desa Tamalatea. Ini sudah kita inventarisasi dan akan segera diusulkan penanganannya,” jelas Teuku Iskandar. (sar/rus)

Exit mobile version