MAKASSAR, BKM–Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, menyalurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) untuk warga Makassar di Celebes Convention Center, Rabu (6/2).
Sebagai tahap awal, jumlah bantuan sosial PKH yang disalurkan sebanyak Rp30,3 miliar dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai 22.793 keluarga dari 14 kecamatan di Kota Makassar. Sementara untuk Provinsi Sulawesi Selatan, total bantuan sosial yang disalurkan pada tahap pertama tahun ini sebanyak Rp458 Miliar dengan jumlah KPM mencapai 749 keluarga.
Dalam sambutannya, Agus merencanakan, tahun 2019 bantuan pangan rastra seluruhnya akan beralih ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Saya melihat, di 13 bantuan pangan masih berbentuk rastra, pada tahun 2019 ini pemerintah menargetkan penerima bantuan pangan rastra seluruhnya beralih ke BPNT,” kata Agus.
Agus juga mengklaim, ada 4 faktor yang membuat program PKH dan BPNT dianggap efektif menurunkan kemiskinan. Ke empat faktor tersebut yakni pertama PKH dan BPNT memberikan perlindungan sosial secara tepat sasaran bagi masyarakat miskin terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
Faktor kedua, PKH dan BPNT mendorong adanya perubahan sikap dan perilaku di kalangan KPM. KPM mulai dikenalkan dengan produk bank sehingga ke depan diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan produk dan jasa yang disediakan oleh bank seperti tabungan, transfer, maupun kredit usaha lunak.
Faktor ketiga kata Agus, PKH dan BPNT membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial sekaligus membuka puluhan ribu lapangan pekerjaan.
“Dan terakhir, PKH dan BPNT efektif dalam memerangi kemiskinan karena memiliki nilai indeks bantuan yang besar dan jangkauan KPM yang luas.
“Di masa pemerintahan Jokowi, jumlah KPM PKH terus meningkat dari 2,79 juta KPM di Tahun 2014 menjadi 10 juta KPM sejak tahun 2018. Sementara KPM BPNT meningkat dari 1,3 juta di tahun 2017 menjadi 10 juta di tahun 2018 dan ditargetkan di tahun 2019 menjadi 15,6 juta,” jelas Agus.
Sementara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menilai apa yang menjadi program dari Kementrian Sosial (Kemensos) sangat berhasil, meskipun masih banyak yang perlu disempurnakan. Seperti misalnya ketepatan sasaran yang harus betul-betul memberikan akurasi.
Danny sapaannya mengatakan, yang perlu dibenahi selanjutnya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini pendamping PKH. Pendamping PKH merupakan bagian yang perlu perhatian karena dengan pendampingan yang keliru, dikatakan Danny akan membuat orang tidak termotivasi dengan baik.
Menurut Danny, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Makassar sudah banyak yang tamat dari kemiskinan, atau graduasi. Artinya dengan PKH ini sudah banyak orang KPM sudah mandiri.
“Penerimaan pendamping PKH di Makassar, kita akan buka secara terbuka dan pendamping adalah orang-orang yang biasa menangani masyarakat, kita sempurnakan karena ada pendamping PKH yang tidak sempurna,” ungkapnya.(nug/war/c)