MAKASSAR, BKM–Lantaran sejumlah prestasi yang telah di torehkan, Pemerintah Kota Makassar berpeluang besar meraih penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan, yaitu “Parasamya Purnakarya Nugraha”. Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha sendiri diraih Kota Makassar untuk kali pertama hanya pada tahun 1974.
Adapun yang berpeluang mengantarkan Makassar kembali meraih penghargaan tersebut, karena selama tiga tahun berturut-turut Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masuk dalam 10 besar nasional Laporan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Seperti yang disampaikan Ketua Tim Common Sense LPPD, Drajat Wisnu Setiawan di Ruangan Sipakatau Balai Kota untuk melakukan verifikasi faktual, Rabu (13/2).
“Pada 2019 ini Kota Makassar dipertimbangkan untuk menerima Parasamya Purnakarya Nugraha karena prestasi yang luar biasa, meraih LPPD tiga tahun berturut-turut, Kota Makassar selalu masuk peringkat 10 besar nasional,” kata Drajat Wisnu Setiawan.
Oleh karena itu, pihak Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri mengutus Tim Common Sense LPPD untuk melakukan verifikasi faktual di Pemkot Makassar.
Selama empat hari, dirjen OTODA melakukan verifikasi untuk memperkuat proses penerimaan penghargaan ini. Pihaknya dikatakan Drajat akan mencermati dan mendengarkan ekspos, penerapan good governance dan inovasi sesuai visi misi kepala daerah.
Selain itu, Drajat menyebut akan meninjau langsung urusan pemerintahan wajib dan menjadi pelayanan dasar yang menjadi tugas Pemerintah Daerah.
“Kita akan melakukan pengamatan langsung pelayanan publik utamanya bidang pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan perizinan,” ujarnya.
Drajat pun berharap, hasil verifikasi ini akan mendapatkan gambaran obyektif, data konkret sebagai kelengkapan administrasi pengusulan Parasamya Purnakarya Nugraha.
Sementara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menuturkan, masuknya Kota Makassar menjadi nominasi pemberian penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha bagian keistimewaan Kota Makassar. Danny-pun mengaku jika selama ini Pemerintah Kota Makassar semuanya berbasis data bukan berbasis marketing.
“Kalau masyarakat sudah puas itu menjadi kepuasan bagi kami. Kami bikin sistem pelayanan publik untuk menjawab persoalan masyarakat, jadi jika tim penilai yang hadir di Kota Makassar itu menjadi hal yang luar biasa bagi kami,” kata Danny.
Danny yakin Makassar akan mendapatkan penghargaan tersebut. Danny mengungkapkan, jika penghargaan ini bisa diraih kembali, berarti Pemerintahan yang dinaunginya kembali akan mengukir sejarah.
“Insya Allah kalau Allah berkenan dan tentunya penilaian dari tim, 45 tahun itu sejarah yang luar biasa. Tapi ingat hari ini berbeda dengan masalalu. Karena ini komplikasi tuntutan masyarakt itu bermacam-macam. Rating masyarakat dalam public service system itu tinggi sekali. Kenudian perubahan-perubahan terhadap tren cepat,” tutur Danny.(nug/war/c)