MAMUJU, BKM — Dalam beberapa waktu terakhir, pemotongan ternak betina produktif makin marak di Provins Sulbar. Kondisi ini membuat Dinas Pertanian (Distan) Sulbar jadi prihatin. Karenanya, Kepala Distan Sulbar, H Tanawali meminta bantuan kepada pihak kepolisian.
Pada akhir pekan lalu, Kepala Distan Sulbar, H Tanawali melakukan kunjungan silaturahmi ke Polda Sulbar. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meminta bantuan dan kerjasama Polda Sulbar dalam mengantisipasi pemotongan ternak Ruminansia Betina Produktif yang terjadi di masyarakat.
Kunjungan kepala Distan Sulbar ini pun disambut langsung Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar, di ruang kerjanya, Jumat (15/2). Kerjasama mengantisipasi pemotongan ternak yang betina produktif ini akan dikemas melalui MoU sebagai upaya bersama Polda Sulbar dan dinas pertanian untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar produksi sapi di Sulbar bisa meningkat.
Kepala Distan Sulbar, H Tanawali, menyebutkan, untuk target sosialisasi ke depan ada dua daerah, yaitu Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polman. Upaya-upaya ini kami lakukan untuk mengatisipasi hal-hal tidak diinginkan dan sekaligus sebagai langkah meningkatkan produksi sapi.
”Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sulbar dalam membantu mensosialisasikan aksi ini kepada masyarakat,” tuturnya.
Menyikapi hal tersebut, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar siap memberikan dukungan.
”Yang terpenting saat ini adalah buat segera MoU dan turunannya agar kegiatan yang kita kerjakan ini terkoordinir,” kata Kapolda.
Pasokan daging di Sulbar memang sangat kecil dibandingkan daerah lain. Untuk itu, pemotongan hewan betina produktif harus dikendalikan, sehingga perkembangbiakan sapi ternak dapat meningkat.
Pada kesempatan tersebut, turut mendampingi Kapolda Sulbar, masing-masing Dir Binmas, Kombes Pol Yoyo Indayah dan Kabid Humas, AKBP Hj Mashura. (ala/mir/c)
Pemotongan Ternak Betina Produktif Marak di Sulbar
