MAMUJU, BKM — Bayi Bunga telah diperbolehkan pulang oleh tim dokter RSUD Mamuju. Sebelumnya, Bunga telah menjalani perawatan selama tujuh hari menyusul sakit yang dideritanya. Kondisinya yang sangat memprihatinkan membuat Bunga yang telah ditinggal pergi ibunya setelah melahirkannya, mendapat banyak simpati dari masyarakat.
Setelah keluar dari rumah sakit, bayi dari Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju ini, dirawat neneknya, Amma (50 tahun ) bersama tantenya, LInda (27). Dr Jumakil menerangkan, kondisi kesehatan Bunga telah berangsur membaik, jadi telah diperbolehkan pulang. Namun ia tetap harus melakukan kontrol di Puskesmas untuk memantau perkembangannya.
Jumakil menerangkan, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan dokter spesialis anak, Bunga terserang diare yang menyebabkan suhu badannya meningkat disertai muntah. Namun telah dapat diatasi.
Sementara untuk cidera dibagian belakang kepala yang katanya akibat jatuh dari gedongan kakaknya, telah diperiksa dan dinyatakan tidak parah dan akan sembuh seiring pertumbuhannya. Saat ini, Bunga untuk sementara diinapkan di rumah tantenya Linda di Jalan Husni Tamrin (dekat Stadion Manakarra) agar lebih mudah diperiksakan ke Puskesmas.
”Terimakasih kepada semua warga yang sudah membatu kami. Ada yg sudah membawakan popok, ada yang bawa susu dan semua keperluan bayi. Insya Allah akan dibalas Tuhan,” kata Linda dengan mata berkaca-kaca menceritakan bentuk empati masyarakat yang sangat besar kepada Bunga.
Terpisah, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid meminta agar aparat medis dapat terus memantau perkembangan Bunga sampai benar-benar pulih. Selain itu, secara umum Habsi mengingatkan agar semua stakeholder dapat bersinergi dan lebih proaktif untuk melakukan langkah preventif terhadap kondisi-kondisi yang membutuhkan tindakan cepat seperti yang dialami Bunga.
”Kepala lingkungan, RT, hingga kepala desa dan lurah serta tenaga kesehatan ditingkat Posyandu dan Pustu harus mampu mendeteksi hal-hal demikian secara dini. Termasuk menyiapkan jaminan kesehatannya harus dilaporkan kalau belum ada,” terang Habsi.
Ditambahkan, dalam kasus Bunga ia mengapresiasi kinerja cepat layanan kedaruratan Siaga 119 yang telah merespon cepat panggilan untuk menangani dan mengantarkan Bunga ke rumah sakit.
”Semoga ini dapat dipertahankan. Dan kepada masyarakat ia mengajak agar tidak ragu menelepon SIGA 119 untuk mendapatkan pelayanan kedaruratan. Seperti layanan ambulance (kesehatan), pemadam kebakaran maupun pengamanan Linmas dari Satpol PP dan layanan lainnya,” ujar Habsi Wahid. (ala/mir/c)
Kondisi Membaik, Bunga Dirawat Neneknya
