Site icon Berita Kota Makassar

Orang Gangguan Jiwa Berkeliaran

MAKASSAR, BKM–Saat ini Kota Makassar menjadi sasaran orang gangguan jiwa (gila). Bahkan, ada dugaan Kota Makassar sudah menjadi tempat pembuangan orang gila dari kabupaten dan provinsi lain diluar Sulsel.

Hal ini tentu mengganggu pemandangan yang ada di kota terbesar di kawasan timur Indonesia ini. Apalagi, orang yang alami gangguan jiwa ini terkadang mengganggu warga yang sedang beraktivitas disejumlah kawasan pertokoan maupun perkantoran.
Seperti pantauan BKM kemarin, di Jalan Aroepala tampak orang tuna grahita berjalan sambil menenteng kantong plastik yang begitu banyak.
” Mohon pihak terkait dalam hal ini Dinas Sosial segera menertibkan mereka. Kita juga kasihan melihat keadaan mereka yang makan dari tempat sampah dan tidur diemperan toko. Selain itu sangat mengganggu juga bagi warga yang sedang beraktivitas dan merusak pemandangan kota,” jelas Rahman salah satu warga Tamalate kepada BKM.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar juga menilai, kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar masih belum maksimal dalam menangani persoalan sosial seperti gepeng, tuna grahita.
Ini dibuktikan masih ditemukannya tuna grahita berkeliaran di tempat umum dan di persimpangan jalan.
Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Melani Mustari, mengatakan, penyandang tuna grahita, anak jalanan, dan gelandangan pengemis menjadi tanggung jawab serta tugas kewenangan Dinsos Kota Makassar. Masalah sosial ini harus bisa diselesaikan karena menyangkut kenyamanan masyarakat berada di tempat umum.
“Keberadaan orang gila di tempat umum termasuk juga anak jalanan dan gelandangan pengemis tentu membuat masyarakat resah. Sehingga masalah sosial harus segera diselesaikan apalagi ini menjadi tanggungjawab bersama utamanya di Dinsos Kota Makassar,” sebut Melani, Kamis (21/2).
Tidak hanya orang gila, Melani juga mengaku sering kali melihat masih banyak anak jalanan berada di ruas jalan kota.
Menyikapi hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Iskandar Lewa mengatakan, jika siapapun yang melihat adanya penyandang tuna grahita di jalanan, silahkan melapor ke Dinas Sosial. Pasalnya, selama sekitar dua bulan ini dirinya menjabat, Dinas Sosial telah aktif menjaring para orang gila.
Iskandar merilis, sudah ada 19 orang penderita psikotik atau gangguan jiwa yang telah ditindaklanjuti. Merekapun diklaim oleh Iskandar telah dimanusiakan terlebih dahulu sebelum dikirim ke Rumah Sakit Dadi.
“Jadi prosesnya kami manusiakan juga mereka, karena kami punya tenaga di dinsos ini. Sebelum kita bawa ke rumah sakit dadi, kita rapikan dulu. Kita kasihkan baju baru, kita cukur, kita mandikan juga,” jelas Iskandar.
Hal itu dikatakannya telah direalisasikan selama ini. Olehnya itu, jika ada masyarakat yang masih melihat ada orang gila di jalanan diharapkan untuk segera melapor.
“Yang di jalan sudah kita tindaklanjuti berdasarkan pengaduan masyarakat. Kadang melalui telpon 112. Jadi kalau masih ada yang lihat, silahkan beritahu,” ucapnya.
Hal itu terus direalisasikan oleh Dinas Sosial, walaupun pihak Dinsos masih memiliki kendala. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya mobil ambulance yang dimiliki oleh Dinsos. Sehingga jika adanya mobil ambulance tersebut, pihak Dinsos bisa segera mengevakuasi mereka.
“Walaupun kendalanya kita tidak punya mobil ambulance untuk itu, tapi kita tetap memberikan pelayanan lepada mereka,” kata Iskandar.
Iskandar juga mengimbau kepada masyarakat, terutama masyarakat yang berada di luar Makassar. Supaya tidak menelantarkan orang yang memiliki gangguan jiwa ini di Makassar. Pasalnya, Iskandar mengatakan, banyak dari para orang gila ini yang bukan dari Makassar.
Setelah kita selidiki juga, banyak yang bukan dari Makassar. Jangan sampai orang-orang yang dari luar Makassar ini, menelantarkannya di Makassar, sehingga menjadi beban pemkot,” tutupnya.(arf-nug/war/b)

Exit mobile version