MAKASSAR, BKM — Seorang lelaki berada di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah sakit Bhayangkara. Sesekali ia meringis kesakitan.
Namanya Rusli. Berusia 20 tahun. Kakinya baru saja ditembak aparat Resmob Polda Sulsel. Langkah tegas diambil petugas karena keterlibatan Rusli dalam kasus jambret.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan Rusli yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual ikan ini nyambi menjadi jambret. Keterlibatannya terungkap setelah ada korban yang mengadu ke polisi.
Laporan korban kemudian ditindaklanjuti tim resmob. Dari penyelidikan yang dilakukan, identitas serta alamat pelaku berhasil teridentifikasi. Selanjutnya petugas mendatangi kediamannya. Rusli akhirnya ditangkap.
Dari tangannya diamankan satu unit gawai. Selanjutnya warga Jalan Rajawali Lorong 10 itu digelandang ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut penuturan Rusli, ia selama ini berjualan ikan dan menjadi pelaku jambret. Namun, dalam aksinya tersangka tak sendirian. Melainkan empat rekannya yang identitasnya telah dikantongi petugas.
Selanjutnya polisi menggiring Rusli dalam pengembangan untuk menunjuk persembunyian rekannya yang lain. Hanya saja, proses pengembangan tidak berjalan mulus. Rusli mencoba melakukan perlawanan sehingga lepas dari kawalan. Tiga kali tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Namun Rusli mengabaikannya. Polisi pun melumpuhkannya pada bagian kaki.
Usai tim medis RS Bhayangkara mengangkat proyektil yang bersarang di kaki tersangka, selanjutnya Rusli diserahkan ke Polsek Mariso. ”Tersangka dan barang buktinya diserahkan ke Polsek Mariso
untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Dicky Sondani, kemarin. (ish-jul/rus)
Maling Gawai Ditembak, Empat Temannya Diburu
