MAMUJU, BKM — Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sulbar menggelar silaturahmi Bai Nian di Hotel Matos. Acara ini turut dihadiri Wagub Sulsel, Hj Enny Anggraeny Anwar, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid, serta para tokoh masyarakat dan juga tokoh adat Mamuju.
Iming Wijaya dalam penjelasannya mengatakan, kegiatan ini adalah memperingati tradisi warga Tionghoa yang ada di Mamuju ini. ”Orangtua saya, Ance Lajo, di zaman dulu memiliki peran di Mamuju. Orang Tionghoa ketika pertama kali masuk ke Mamuju, menjalankan perannya sebagai pedagang. Dan mereka memiliki peran dalam memajukan perdagangan di Mamuju,” papar Iming Wijaya.
Iming Wijaya pun berkomitmen untuk melakukan peran dalam membangun di Mamuju. Juga, tetap berkomitmen membangun daerah ini. Untuk itu, ia meminta dukungan kepada seluruh masyarakat dan pemerintah di daerah ini.
Sementara itu, Almalik Pababari selaku tokoh masyarakat mengemukakan, dalam mengelola usaha yang ada di perusahaan ini, maka harus bersatu dan saling bersama-sama menjalankan perannya dalam mengelola usahanya.
”Kegiatan paguyuban ini agar dapat kita pertahankan terhadap budaya kita. Juga, tetap kita memperkokoh persatuan dan kebersamaan dan harus kita pertahankan NKRI,” pesan Almalik.
Mantan Bupati Mamuju, H Suhardi Duka dalam sambutannya mengatakan, Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis dan perbedaan, tidaklah masalah. ”Yang penting, haruslah mampu merajut kebersamaan dalam membangun dan tetap mempertahankan toleransi,” kata Suhardi Duka.
Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, Mamuju ini memiliki keberagaman dan majemuk. Berbagai suku ada di Mamuju. Ini terbukti dengan banyaknya etnis dan bahasa serta banyaknya pulau. Bahkan, dua tahun lalu panjang luas wilayah Sulbar.
”Peran kita membangun kebersamaan di Sulbar termasuk di Mamuju,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sulbar, Hj Enny Anggraeny Anwar, mengungkapkan, acara Bai Nian Silaturahmi dan juga memperingati keluarga besar Ance Lajo, kegiatan Imlek ini telah dilaksanakan keluarga besar Iming Wijaya .
”Perayaan Imlek ini bisa dijadikan acuan di Sulbar dalam memelihara kemajemukan terhadap peran kita bersama dalam membangun daerah ini,” papar Enny. (ala/mir/c)
Orang Tionghoa Pertama Kali Masuk di Mamuju sebagai Pedagang
