MAKASSAR, BKM — Proses penentuan sekretaris provinsi (sekprov) Sulsel saat ini sementara digodok pusat. Informasi terakhir, tiga nama yang diusulkan pemprov sudah ada di sekretariat negara (setneg) untuk selanjutnya melalui proses penilaian oleh Tim Penilai Akhir (TPA).
Untuk memperoleh calon sekprov yang punya kapasitas dan kredibilitas yang mumpuni, TPA melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menelusuri rekam jejak. Selain itu, BIN juga menelisik transaksi keuangan calon pada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Hal itu dikatakan Andi Sudirman Sulaiman saat diwawancara, Senin (25/2). Dia mengatakan, saat ini tiga nama calon hasil fit and propert test masih dikaji TPA. Sementara BIN masuk dalam bagian salah satu lembaga yang terlibat.
Proses penentuan sekprov berlangsung cukup lama, sebab melibatkan banyak pihak. “Ya, kan prosesnya kan di sana mungkin harus dicek dulu ke BIN dan segala macam. Kan melibatkan semua. Biasanya TPA kan terdiri dari beberapa elemen. Rekam jejak harus dicek,” kata Sudirman.
Sudirman belum mengetahui progres penentuan sekprov yang berproses di pusat. Namun dirinya dan gubernur akan menerima semua nama yang disodorkan.
“Iya, namanya kita kan satu kotak kemarin, jadi satu suaralah. Apalagi semuanya orang baik-baik, kita unggulkan semua,” tandas Sudirman.
Jufri Rahman selaku peraih skor tertinggi pada seleksi sekprov, mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dirinya, berkas nama-nama calon sekporv telah masuk ke sekretaris negara (setneg). Dia menegaskan sikapnya yang siap menerima seluruh hasil keputusan, meski nantinya ia tidak terpilih.
“Saya berserah diri. Siapa pun yang terpilih itulah yang terbaik. Infomasi terakhir tahapan nama sekda ada di setneg,” terangnya, kemarin.
Jufri juga mengakui terkait pelibatan BIN dalam tahapan penilaian akhir, khususnya untuk melacak rekam jejak calon. “Memang melibatkan BIN untuk penilaian akhir untuk mengetahui rekam jejak,” pungkasnya.
Berdasakan proses seleksi selama sebulan, ketiga calon meraih nilai tertinggi dari 10 peserta seleksi yang dikirim ke pusat. Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapenda) Sulsel Jufri Rahman, dengan nilai tertinggi 85,99. Disusul Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos Abdul Hayat Gani dengan nilai 81,77. Terakhir, dosen IPDN Muh Zubakhrum Baharuddin Tjenreng dengan nilai 81,51. (rhm/rus)
BIN Telusuri Rekam Jejak Calon Sekprov
